Pasca 2 Warga Positif Corona, Physical dan Social Distancing Diperketat

0
socil-distancing-corona
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pemkab Karanganyar akan lebih memperketat pelaksanaan kebijakan social dan physical distancing, setelah dinyatakannya dua warga Karanganyar positif Covid-19.

Masyarakat diminta lebih disiplin diri, dengan tidak pergi ke luar rumah jika tak ada kepentingan mendesak, juga tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yang termasuk dalam protokol pencegahan Covid-19.

Untuk diketahui, dua warga Karanganyar dinyatakan positif corona, berdasarkan hasil tes swab yang keluar pada Jumat (10/4). Keduanya adalah warga Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang dan Desa Paulan, Kecamatan Colomadu.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono mengatakan, status kedaruratan Karanganyar terkait wabah corona sejauh ini masih siaga.

“Seluruh elemen siaga terus, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun dari aspek kesehatan, setelah adanya dua warga yang positif, sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). Dari hal-hal itu, kami lakukan berbagai upaya, untuk memutus mata rantai penyebaran, mempersempit kemungkinan terjadinya penularan,” katanya, Sabtu (11/4).

Penerapan social dan physical distancing akan diperketat, serta terus menerus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan tidak abai terhadap bahaya penyakit corona.

“Kami ingatkan terus, karena ingatan masyarakat sering kali pendek. Kalau tidak diingatkan, jadi lupa kalau ada wabah yang harus diatasi bersama. Diingatkan untuk selalu cuci tangan dengan sabun, pakai masker, jaga kebersihan, dan sebagainya,” tandasnya.

TIndakan tegas akan diterapkan, jika ada yang ngeyel dan mengabaikan anjuran.

“Jangan bergerombol. Pedagang kaki lima (PKL) sementara kami minta off betul, untuk menghindari adanya kerumunan pembeli. Penutupan Jalan Lawu antara pukul 18.00-06.00 harus ditaati. Jangan karena jalannya sepi, malah dijadikan car free night, sepedaan malam hari. Tetap di rumah, jika tidak ada keperluan mendesak,” tegasnya.

Mengenai warga yang positif corona, pria yang juga Bupati Karanganyar ini mengatakan, terhadap keduanya akan dilakukan tes swab ulang. Diharapkan, hasilnya nanti bisa negatif dan yang bersangkutan dinyatakan sembuh dari corona.

“Keduanya saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun jika diperlukan, bisa nantinya diisolasi di rumah sakit. Untuk warga di lingkungan keduanya, juga sudah diisolasi. Bantuan logistik sudah dikirim, untuk kebutuhan mereka selama 14 hari ke depan,” katanya.

Akses keluar masuk ke lingkungan, dipersempit. Di Paulan, ada 36 jiwa yang harus menjalani isolasi. Sedangkan di Sewurejo ada 55 jiwa yang diisoloasi.

“Untuk warga yang bekerja di perusahaan atau instansi, agar tidak pergi ke mana-mana selama masa isolasi, kami minta untuk diberikan dispensasi. Pihak desa sudah kami minta untuk menyampaikan hal itu ke perusahaan bersangkutan, sehingga yang bersangkutan tidak perlu mondar mandir ngurus dispensasinya,” tuturnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan