Karanganyar KLB Corona, 7 Anak Punk Dari Jatim yang Nekat Nongkrong Diamankan Polisi

0
anak-pank
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 7 anak punk yang kebanyakan dari daerah Jatim, terpaksa diamankan polisi Polsek Jumapolo karena kedapatan nongkrong-nongkrong di rumah salah seorang warga Kedawung RT ¾ Jumapolo, di rumah Bpk Nardi dan Ibu Yuli, Selasa malam pukul 20.00 WIB.

‘’Berawal dari laporan masyarakat sekitar yang resah karena banyak melihat anak punk di rumah tersebut dan merasa asing dan tidak mengenali anak tersebut warga Kedawung. Kemudian dari laporan tersebut polisi dan pemuda desa tersebut berinisiatif mendatangi ke rumah tersebut.’’ kata Kapolsek Jumapolo AKP Sudirman yang memimpin rombongan polisi dan pemuda kampung tersebut.

Ternyata diperoleh keterangan, anak-anak punk yang berada di rumah Ibu Yuli itu mengantar Moh Yuson anak ibu Yuli yang berniat menemui ibunya. Anak itu selama ini berada di Dusun Ketawang, Dolopo, Madiun.

Sedangkan enam anak punk lainnya adalah teman-teman Moh Yuson yang bermaksud mengantar sampai Jumapolo, dengan menumpang angkutan umum.

Mereka adalah Zaenal Hafidzin dari Kandangan, Kediri, Ilham Saputra dari Milir, Nganjuk, Sholahudin dari Diwek, Jombang, Aziz dari Loceret, Nganjuk, Fajar dari Patihanrowo, Nganjuk, dan Wega Faisal dari Badas, Kediri.

Karena mereka tidak lapor RT dan RW desa tersebut sesampainya di Jumapolo, dan bergerombol di satu rumah, mereka dicurigai warga kampung.

Setelah identitasnya diketahui, mereka dimasukkan ruangan untuk menjalani sterilisasi dan disinfektasi, setelah itu polisi berkoordinasi denbgan Dinas Sosial untuk menampung anak tersebut dan dipulangkan ke tempat asalnya.

Sebelumnya Bupati Karanganyar Juliyatmono menyatakan, sejak ditemukan penderita positif covid-19 dua orang pekan lalu, Karanganyar sudah meningkatkan dengan status siaga, dan kini dinyatakan KLB (kejadian luar biasa) untuk penanggulangan covid-19 ini.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan