Pembunuhan 2 Korban Terungkap, Tersangka Ternyata Pernah Bekerja di Terminal Tirtonadi

0
pembunuhan-solo
DITANGKAP- Tersangka pembunuhan dua korban, Achmad Muhailil Churi alias Gus Cholil (57) yang ditangkap dan diamankan petugas di Polresta Surakarta, Rabu (15/4). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Kasus pembunuhan seorang laki-laki dan perempuan dirumah kontrakan di Banyuanyar, Banjarsari, pada Kamis (9/4) dini hari, terungkap.

Kedua korban yakni Sunarno (49) warga Perum Griya Cileduk Blok U No 1 Paninggilan utara, Cileduk, Kota Tangerang dan Triyani (36) warga Winong, Mlokomanis Wetan, Ngadirojo, Wonogiri, sengaja dibunuh dengan cara dicekoki es juice dicampur racun tikus.

Pelaku yang tega membunuh kedua korban yakni Achmad Muhailil Churi alias Gus Cholil (57) warga Gilingan, Banjasari.

“Tersangka yang pernah bekerja sebagai tenaga srabutan di Terminal Tirtonadi sengaja membunuh kedua korban dengan cara disuruh minum es juice yang telah dicampur racun tikus,” tegas Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Purbo Adjar Waskito, Rabu (15/4).

Kasus pembunuhan itu, lanjut Kasat, awalnya tersangka datang ke rumah kontrakan Sunarno sudah menyiapkan racun tikus yang dibeli di Pasar Depok. Setibanya di lokasi, Gus Cholil sempat berbincang dengan Sunarno membahas soal rencana korban akan membeli tanah di Boyolali atas tawaran tersangka.
Niat tersangka mulai menghabisi nyawa korban lantaran Sunarno sudah membawa uang Rp 725 juta yang akan digunakan untuk membayar tanah di Boyolali.

Caranya, tersangka menyuruh Triyani membeli buah-buahan di pasar untuk dibuat es juice. Beberapa buah, seperti buah naga dan lainnya yang sudah diblender menjadi es juice kemudian dicampur racun tikus oleh tersangka dengan menyuruh Triyani.

“Saat es juice dicampur racun tikus, korban perempuan yang disuruh Gus Cholil tidak mengetahuinya kalau bahan campuran dalam plastik yang dicampur ke dalam es juice ternyata racun tikus,” tandas Purbo Adjar Waskito.

Motif tersangka membunuh korban, kata Kasat, ingin memiliki uang Rp 725 juta milik korban. Begitu korban laki-laki dan perempuan yang turut minum es juice sudah tidak berdaya, tersangka mengambil uang korban lalu kabur mengendarai motor.

Saat melarikan diri, tersangka sempat berpapasan dengan sejumlah warga sekitar. Menurut Purbo Adjar Waskito, tersangka sudah mengenal korban laki-laki yang dikenal sebagai pengusaha pembuat gorden atau kain penutup jendela sejak lama. Keduanya punya hubungan bisnis, termasuk jual beli tanah maupun interior rumah.

Terkait keberadaan Triyani di lokasi kejadian, kata Purbo, hanya disuruh Sunarno untuk membersihkan rumah kontrakannya. Adapun Gus Cholil tega membunuh Triyani untuk menghilangkan jejak lantaran takut ada saksi yang mengetahui perbuatannya.

”Dia ingin menghilangkan jejak, sehingga korban perempuan juga ikut dibunuh menggunakan racun tikus,” terang Purbo.

Dalam mengusut kasus tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Gus Cholil yang sudah masa baktinya telah selesai sebagai tenaga honorer di terminal mengakui perbuatannya.

”Saya tidak punya rasa dendam dengan korban, saya hanya ingin menguasai uang milik korban,” kata Gus Cholil dalam pengakuannya, saat menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta, Rabu (15/4) siang.

Adapun uang Rp 725 juta milik korban yang sempat disimpan tersangka dirumah kontrakannya di daerah Pengging, Boyolali yang akhirnya diamankan petugas, bukan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarga atau untuk membayar hutang, namun belum dipikirkan untuk apa. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan