Tiga Pimpinan Bank UOB Solo Bakal Jalani Sidang

0
tersangka-bank-oub
DITAHAN- Dua dari tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana kejahatan perbankan, Meliawati dan Natalia Go saat hendak dimasukkan mobil tahanan dalam pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB) di Kejari Surakarta, Selasa (14/4). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*Kasus Kejahatan Perbankan

SOLO, suaramerdekasolo.com – Tiga pimpinan Bank UOB Jalan Urip Soemohardjo, Jebres, Solo yang ditahan dalam kasus dugaan kejahatan perbankan tak lama lagi bakal disidang.

Pasalnya begitiu polisi melimpahkan ketiga tersangka ke kejaksaan pada hari Selasa (14/4), sehari kemudian yakni Rabu (15/4), jaksa penuntut umum (JPU) melimpahkan perkaranya ke pengadilan negeri (PN) Surakarta.
Pelimpahan perkara itu dapat dilihat di website Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surakarta.co.id.

Dimana dalam website tersebut ketiga tersangka masuk dalam daftar sidang sesuai pokok perkara yang telah didaftarkan di pengadilan.
Dalam laman itu juga diketahui sidang perkara dugaan tindak pidana kejahatan perbankan tersebut mulai disidangkan pada Rabu (22/4). Adapun yang pertama disidang yakni Natalia Go. Sedang Rr Rahayu Nur Raharsi SH sebagai jaksa penuntut umum.

Terkait pelimpahan perkara ke pengadilan tersebut pihak kejaksaan sulit dihubungi. Kasi Pidum Cahyo Madiastrianto SH tidak merespon saat dihubungi. Begitu pula ketika di WA juga tidak dibaca.

Seperti diberitakan Rabu (15/4), tiga pejabat setingkat manager yakni Natalia Go, Meliawati dan Vincensius Hendry ditahan pihak kejaksaan setelah ketiganya diserahkan penyidik Polresta Surakarta ke Kejari Surakarta.Penahanan ketiga tersangka dikemukakan Kasi Pidum, Cahyo Madiastrianto SH usai merampungkan pelimpahan para tersangka dan barang bukti (BB).

Ketiga tersangka yang perkaranya diberkas menjadi tiga, lanjut Kasi Pidum, disangka melakukan tindak pidana kejahatan perbankan sesuai pasal 49 ayat 2 huruf b jo pasal 29 UU No 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun penjara, maksimal 8 tahun penjara.

Berdasar informasi, ketiga tersangka saat aktif bekerja di Bank UOB Jalan Urip Soemohardjo, Vincensius Henry dan Meliawati sebagai Area Officer Manager (AOM), sedang Natalia Go menjabat sbg Front Officer Manager (FOM).

Ketiga tersangka diduga memberikan kemudahan atas pengambilan uang sebanyak 18 kali yang dilakukan Waseso. Adapun dana yang ditabung di Bank UOB milik Roestina Cahyo Dewi. Namun dana tabungan tersebut diatasnamakan berdua yakni Waseso dan Roestina Cahyo Dewi.

Uang yang berasal dari pembayaran buyer atas bisnis garmen yang dilakukan Dewi tersebut diambil Waseso dengan cara memalsukan tanda tangan Dewi dan tanpa dikonfirmasi lebih dahulu kepada Dewi oleh pihak bank disaat Waseso mengambil uang berkali-kali yang jumlahnya hingga Rp 21,5 miliar.

Nilai transaksi atas pengambilan uang yang dilakukan Waseso sebanyak 18 kali jumlahnya mencapai 1.745.985, 85 US dolar atau kisaran Rp 21,5 miliar. Kasus tersebut mulai disidik pada 9 Mei 2016. Berkas perkara yang sering bolak-balik dilimpahkan, baru April 2020 oleh kejaksaan dinyatakan lengkap. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan