Tenaga Medis di Sragen Kekurangan APD, Masker N95 Paling Dibutuhkan

polres-sragen-bantu-apd
SERAHKAN BANTUAN: Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menyerahkan bantuan APD dan berbagai barang untuk kebutuhan para tenaga medis, yang diterima Dirut RSUD Soehadi Prijonegoro Didik Haryanto, di Mapolres pada Jumat (17/4). (suaramerdekasolo.com/dok)

*Polres Sragen Bantu APD dan Perlengkapan Medis

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Dua dari sembilan orang pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirawat di ruang isolasi RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, dirujuk ke RSUD Moewardi Solo, pada Jumat (17/4).

Para tenaga medis yang ada di RSUD Soehadi Prijonegoro sendiri sampai saat ini, mengalami kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker N95 yang kualitas dan standar keamanan tertinggi.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto saat menerima bantuan APD dan perlengkapan medis lainnya dari Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, di Mapolres Jumat (17/4).

“Ada dua PDP yang kami rujuk ke RS Moewardi Solo, sehingga total ada tujuh PDP yang dirawat di ruang isolasi RSUD Soehadi Prijonegoro,” kata Didik kepada para awak media.

Namun Didik enggan membeberkan dari mana dua PDP itu berasal. Keduanya dirujuk agar mendapat penanganan yang lebih baik.

“Kondisi keduanya baik, kami rujuk ke Solo supaya mendapat penanganan yang lebih baik,” katanya.

Didik juga mengungkapkan, kekurangan APD yang dialami para tenaga medis di Sragen. Salah satu APD yang paling dibutuhkan adalah masker N 95 yang sangat dibutuhkan petugas medis saat menangani pasien PDP atau terduga covid-19 di level 4.

Laporannya saat ini hanya tinggal 35 saja, padahal setiap hari selalu saja ada pasien yang datang dan harus ditangani.

Realitanya masker jenis itu teramat langka. Jikalau ada, harganya sudah sangat mahal. Hal itu disebabkan tidak semua rekanan atau pabrikan yang selama ini menjadi distributor, bisa memproduksi masker dengan kualitas dan standar keamanan tertinggi seperti N 95.

“Kemarin kami pesan, yang datang pun kualitasnya jauh dari yang kami harapkan. Ini persoalan yang kami hadapi,” terangnya.

Kelangkaan APD itu kontraproduktif dengan realita dan risiko keselamatan petugas medis.

“Pakai APD tidak lengkap atau tanpa APD, sama dengan bunuh diri. Kalau sampai suatu saat kami dihadapkan pada level-level 4 dan harus memakai APD lengkap, kami tidak bisa menyediakan, maka di situlah kami akan dihadapkan untuk harus memilih bunuh diri atau kami harus menyelamatkan pasien. Ini yang menjadi pertimbangan kami,” tegasnya.

Kapolres AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo menyampaikan bantuan yang diberikan ke RSUD Sragen dan RSUD Seratno di Gemolong bermacam-macam.

Di antaranya 20 kacamata google, 20 face shield atau pelindung wajah, 20 Over All, delapan box shoe cover. Juga roti empat box, air mineral botol 300ml 10 dus, masker 4 dos atau 160 biji, sarung tangan 23 dos, disinfektan empat jeriken, vitamin, minuman vitamin C, 51 buah APD, lima jeriken ukuran lima liter sabun pencuci dan hand sanitizer.

“Bantuan kami berikan sebagai wujud dukungan dan kepedulian Polres Sragen terhadap penanganan wabah Covid-19, utamanya bagi petugas medis. Sebab selain menjadi garda terdepan yang menentukan penanganan pasien, para petugas medis juga dihadapkan pada kendala kekurangan APD di tengah tingginya risiko penularan wabah covid-19,” tandas Kapolres. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan