Satu Warga Boyolali Positif Covid-19, Jalani Perawatan di RSUD Pandan Arang

1
positif-corona-boyolali
PENJELASAN: Sekda Masruri memberikan penjelasan terkait pasien positif Covid 19 di Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Seorang warga Boyolali dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, pasien sedang menjalani perawatan intensif di Ruang Brotowali, RSUD Pandan Arang Boyolali.

Menurut Sekda Boyolali, Masruri, pasien tersebut berinisial DK asal Kecamatan Simo. Hanya saja, ditilik dari riwayat perjalanan, yang bersangkutan dari Surabaya. Sesampai di Boyolali sudah dalam kondisi sakit.

“Oleh keluarganya, dia dibawa ke dokter dan dirawat di rumah sakit,” katanya dalam pertemuan dengan wartawan, Minggu (19/4).

Kemudian, DK dirujuk ke RSUD Pandan Arang Boyolali dan menjalani perawatan hingga kini. Dari hasil uji lab di Yogyakarta, dia dinyatakan positif Covid-19.

Berdasarkan hal itu, dia diketahui mengalami importasi. “Jadi bukan tertular di kawasan lokal Boyolali.”

Terkait hal itu, petugas telah melakukan tracking terhadap semua kontak pasien. Dari hasil tracking tercatat ada 60 orang yang kontak dengan pasien. Yaitu, 56 petugas paramedis dan 4 lainnya warga biasa.

“Rencananya, ke-60 orang itu akan menjalani rapid test pada Senin (20/4).”

Terkait kondisi DK, dokter Megantara yang melakukan perawatan menjelaskan, saat ini kondisi pasien mulai membaik. Dimana yang bersangkutan sudah mulai jalan- jalan di ruang isolai tempat perawatan.

Kondisi ini berbeda dengan gambaran rontgen saat dia datang ke RSUD Pandan Arang tanggal 3 April lalu.

Berdasar hasil rontegn saat itu, kondisi paru- parunya masih bagus. Namun, pada tanggal 6 April, kondisi paru- paru mulai memburuk dan muncul flek.

Dua hari kemudian, kondisi masih memburuk.

“Pasien juga mengalami demam dan diare serta sesak napas. Namun dengan perawatan yang ada, kini kondisinya mulai membaik. Bahkan, jika terus membaik, maka dia bisa dipulangkan.”

Ada dua alternatif pemulangan. Alternatif pertama dipulangkan langsung ke rumahnya di Kecamatan Simo. Sedangkan alternatif kedua, dibawa ke RSD Covid 19 di rusunawa, Kecamatan Mojosongo guna menjalani karantina terlebih dahulu.

Sementara itu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga saat ini sejumlah 16 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 65 orang. Kemudian, proses monitoring terhadap pelaku perjalanan sebanyak 2.394 orang. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan