Kasus Penganiayaan Abang Becak di Museum Keris Ditanggapi Gubernur Ganjar, Ini Kronologinya

0
pasien-covid-19-boyolali
PENDAMPINGAN: Petugas ksehatan mendampingi pemulangan Budi Karyanto, pasien Covid 19 yang dinyatakan sembuh. (suaramerdeksolo.com/Joko Murdowo)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Kasus penganiayaan abang becak di sekitar Museum Keris Solo, Jumat (18/4) sore, hingga berakhir pelaporan ke penegak hukum mendapatkan perhatian Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bahkan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.

Pasalnya, permasalahan salah paham yang diwarnai aksi main hakim sendiri dan berujung ke masalah hukum viral di media sosial.

Seperti yang diunggah akun instagram @_infocegatansolo, Sabtu (19/4) malam.

Terlihat Gubernur Ganjar melalui akun instagtam pribadinya @ganjat_pranowo menyerahkan urusan ini kepada Dinas Sosial Jateng dan Wali Kota Surakarta untuk menindaklanjutinya.

“Dibantu @dinsosjtg @rsud.moewardi tolong ditindak lanjuti pak wali @fx.rudyatmo,” perintah gubernur.

Mendapatkan arahan tersebut, Wali Kota FX Hadi Rudyatmo melalui akunnya menyanggupinya, “Njih siap Pak Gub,” kata FX Hadi Rudyatmo.

Mendapat tanggapan penting dari sejumlah pejabt ini admin akun medsos terbesar di Kota Solo itu pun mengucapkan terim kasih.

Seperti diinformasikan di media sosial telah terjadi salah paham yang berakhir penganiayaan.

Berikut di bawah ini uraianya :

View this post on Instagram

Kejadian hari jum'at tgl 17 April 2020 sekitaran pukul 15.30 lebih dikit tempat di museum keris sriwedari solo . Seorang bapak tua pengayuh becak yang sudah lama ditinggal alm.istrinya sedang mencari sesuap nasi & rejeki dijalan untuk menghidupi anak anak nya selama bekerja sebagai tukang becak dari tahun 1980 beliau bapak saya yang mau kerja apa saja yang penting halal kalau nggak kerja nggak makan (ra obah ra mamah) baru kali ini mengalami tindak kekerasan dituduh mencuri tanpa bukti. Di musium keris sriwedari dan dipukuli tanpa ampun bagai hati iblis menuduh tanpa bukti main hakim sendiri kronologi bapak saya. stelah mnurunkan penumpang di selatan musium keris sriwedari bapak saya mnahan rasa ingin buang air kecil.karna tidak tertahan bpk sy mncari toilet dsekitar lokasi..krna tdk trtahan bpk sy terpaksa melompati pmbatas pekarangan kosong dblakang museum…mngkn drasa tdk terlihat orang…kan tdk mngkn buang air kcil dpinggir jalan… Dan 3 security yang langsung teriak maling maling pada bapak saya sementara bapak saya tidak merasa mencuri dengan santai nya beliau berjalan menuju becak untuk kembali mengais rejeki tidak sampai becak bapak saya langsung di hajar 3 orang security tanpa pikir panjang tanpa bukti tanpa penjelasan main hakim sendiri dipukul pakai kayu yang seperti toyakayu pramuka mengenai muka bapak saya trsbt sampai patah tidak ada ampun sama sekali dengan keadaan tak berdaya pun, dgn darah yg mngucur dr muka nya bpk sy tetep kekeh tidak mengaku mencuri krna memang benar2 tdk mncuri…apa yg harus diakui,,tp pmbelaan dr bpk sya tdk dhiraukan pelaku setelah menghajar bapak saya 3 security trsbt langsung membawa bpk saya kekelurahan terdekat dan setelah menghantar bapak saya 3 security tersebut langsung pergi tampa ada bukti apapun yang dituduhkan ke bapak saya setelah pihak berwajib datang bapak saya langsung di introgasi lalu dikasih p3k dari pihak berwajib dan di bebaskan karena tidak terbukti mencuri dan tiada nya bukti yang dituduhkan ..

A post shared by infocegatansolo (@_infocegatansolo) on

“Seorang bapak tua pengayuh becak yang sudah lama ditinggal alm.istrinya sedang mencari sesuap nasi & rejeki dijalan untuk menghidupi anak anak nya selama bekerja sebagai tukang becak dari tahun 1980 beliau bapak saya yang mau kerja apa saja yang penting halal kalau nggak kerja nggak makan (ra obah ra mamah) baru kali ini mengalami tindak kekerasan dituduh mencuri tanpa bukti. Di musium keris sriwedari dan dipukuli tanpa ampun bagai hati iblis menuduh tanpa bukti main hakim sendiri
kronologi bapak saya. stelah mnurunkan penumpang di selatan musium keris sriwedari bapak saya mnahan rasa ingin buang air kecil.karna tidak tertahan bpk sy mncari toilet dsekitar lokasi..krna tdk trtahan bpk sy terpaksa melompati pmbatas pekarangan kosong dblakang museum…mngkn drasa tdk terlihat orang…kan tdk mngkn buang air kcil dpinggir jalan… Dan 3 security yang langsung teriak maling maling pada bapak saya sementara bapak saya tidak merasa mencuri dengan santai nya beliau berjalan menuju becak untuk kembali mengais rejeki tidak sampai becak bapak saya langsung di hajar 3 orang security tanpa pikir panjang tanpa bukti tanpa penjelasan main hakim sendiri dipukul pakai kayu yang seperti toya\kayu pramuka mengenai muka bapak saya trsbt sampai patah tidak ada ampun sama sekali dengan keadaan tak berdaya pun, dgn darah yg mngucur dr muka nya bpk sy tetep kekeh tidak mengaku mencuri krna memang benar2 tdk mncuri…apa yg harus diakui,,tp pmbelaan dr bpk sya tdk dhiraukan pelaku setelah menghajar bapak saya 3 security trsbt langsung membawa bpk saya kekelurahan terdekat dan setelah menghantar bapak saya 3 security tersebut langsung pergi tampa ada bukti apapun yang dituduhkan ke bapak saya setelah pihak berwajib datang bapak saya langsung di introgasi lalu dikasih p3k dari pihak berwajib dan di bebaskan karena tidak terbukti mencuri dan tiada nya bukti yang dituduhkan ..”

Atas kejadian itu, abang becak langsung melaporkan perkara itu ke penyidik Polresta Surakarta.(*)

abang-becak-museum-keris2
FOTO/DOK

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan