Puspo Wardoyo: Lebih Baik Lockdown Sekalian

0
puspo wardoyo
BICARA BLAK-BLAKAN- Pengusaha kuliner Solo, Puspo Wardoyo bicara blak-blakan tentang penerapan PSBB yang merugikan usahanya saat berbincang di Ayam Bakar Wong Solo Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Minggu (19/4). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat merugikan bagi dunia usaha, terutama di bidang kuliner. Apalagi penerapan kebijakan tersebut tidak dapat diprediksi kapan segera berakhir.

Sebagai pengusaha kuliner, owner Ayam Bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo memprediksi jika pemberlakuan PSBB berlangsung dengan cara seluruh pedagang makanan tutup maka perekonomian Indonesia akan hancur. ”Kebijakan tersebut akan membuat bangkrut para pengusaha yang bergerak di bidang makanan. Mestinya tempat usaha makanan tetap diperbolehkan buka dengan menerapkan sistem yang sesuai anjuran pemerintah seperti memakai masker, jaga jarak, social distancing dan lainnya,” tegasnya.

Dia berharap kebijakan pemerintah mestinya harus dibicarakan bersama dengan para pengusaha, tokoh agama atau alim ulama yang berkaitan untuk memenuhi kebutuhan hidup hajat orang banyak.
”Lebih baik lockdown sekalian dari pada PSBB yang penerapan di lapangan kadang sangat tidak manusiawi, dimana ada pedagang disuruh menutup usahanya dengan cara memaksa, termasuk kafe diorak-arik,” tandasnya.

Pengusaha asli warga Karangasem, Laweyan, Solo itu beralasan, lebih baik dilakukan lockdown sekalian, karena langkah tersebut dapat menekan penyebaran virus secara terukur. Iklim usaha juga demikian, tutup total. Nah setelah lockdown, bisa langsung tancap gas.

Pengusaha yang suka berderma itu sangat merasakan penerapan PSBB di Ibukota Jakarta dan daerah lain, membuat tempat usaha Wong Solo Grup ikut terkena imbasnya. ”Saya kira pengusaha yang lainnya tetap sama, hanya mereka tidak mau berbicara blak-blakan,” urai pemilik 268 outlet Wong Solo Grup yang tersebar di Indonesia, Malaysia dan negara lainnya itu saat bincang-bincang dengan Suara Merdeka beberapa hari lalu di Ayam Bakar Wong Solo, Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura.

Kalau pengusaha tidak boleh buka usaha, lanjut dia, pasar juga gak ada yang beli. Dia mencontohkan para pedagang ayam mengeluh karena tidak ada yang membeli meski sampai menurunkan harganya dibawah harga pasar. Bahkan ada peternak ayam, rela membakar ayamnya yang masih kecil lantaran takut disaat sudah besar tidak laku dijual.

”Jika PSBB akan diberlakukan di berbagai daerah, saya jamin Indonesia akan hancur. Lockdown sekalian, jangan tanggung-tanggung. PSBB akan hancurkan bisnis di bidang makanan,” terangnya. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan