Curi Gabah Sekarung, Mardi Warga Pilangsari Sragen Malah Dihadiahi Beras Dan Susu

0
curi-gabah-terima-hadiah
DIPERIKSA : M saat diperiksa Satreskrim Polres Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/istimewa)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Langkah mulia dilakukan polisi  Karanganyar, usai menangkap Mardi (41) pencuri yang kedapatan mencuri sekarung gabah di di sawa. Bukannya diproses, namun malah diberi beras 10 kilogram dan susu bubuk untuk jatah sebulan bagi anaknya.

Hal itu dilakukan setelah ditelusuri betul-betul ternyata pengakuan pencuri yang beralasan mencuri karena lapar itu terbukti. Sehingga polisi justru merasa kasihan dan menghadiahi pencuri itu dengan beras 10 kilogram dan susu jatah satu bulan.

Baca : Usai Cacing Tanah Berkeliaran, Giliran Kawanan Belatung Hebohkan Warga Mojosongo Solo

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Ismanto Yuwono mengatakan, Selasa (21/4) sore, ada orang yang ditangkap mencuri gabah. Pencuri itu ditangkap dan diserahkan ke petugas.

Namun saat diperiksa pencuri yang mengaku sebagai pemulung berasal dari Pelemgadung, Karangmalang, Sragen itu malah pingsan di kantor polisi.

‘’Karena tidak mau dikatakan macam-macam, polisi menghentikan pemeriksaan dan memberikan pertolongan sampai dia sadar dari pingsannya. Pencuri itu mengaku kalau pingsan karena kelaparan. Polisi kemudian memberi makan sampai dimakan dengan lahap,’’ kata dia.

Baca : Potong Gaji, Korpri Karanganyar Kumpulkan Dana Sumbang Korban Covid-19

Setelah sembuh, dia kembali diperiksa. Dan dia mengaku mencuri gabah yang akan dijadikan dimakan untuk keluarga dan terutama anaknya yang masih tiga tahun. Tak percaya begitu saja, polisi mengecek rumahnya. Ternyata rumahnya betul dan mengenaskan.

Dia hidup dengan mertuanya, istri dan dua anaknya. Anaknya yang pertama masih kelas I SMA dan dia satu-satunya tulang punggung keluarga. Jika tidak memulung maka keluarga itu tidak bisa makan. Padahal musim lockdown ini dia tidak bisa leluasa memulung. Sehingga dia terpaksa mencuri.

‘’Saya jadi kasihan melihatnya. Sebab tugas polisi tidak hanya memproses tindak kriminal namun kalau bisa juga problem solver permasalahan masyarakat. Setelah dipertemukan pemilik sawah dan semua mengihlaskan, akhirnya dia dilepas,’’ kata dia.(Joko DH)

Baca : Hindari Calo, Protokol Lapak Asik Permudah Klaim JHT

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan