Warga Gondangrejo Positif Covid-19, Bekerja sebagai Tenaga Medis RSUD Dr Moewardi

0
corona-karanganyar
PANDEMI : Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono, menyampaikan informasi warga Karanganyar yang positif Covid-19. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Seorang warga Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, dinyatakan positif Covid-19. Pria yang bekerja sebagai tenaga medis tersebut saat ini dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono mengatakan, sehari-hari pria tersebut bertugas di Solo.

“Yang bersangkutan ada gejala Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Selasa (21/4) malam, hasil tes swab-nya keluar dan dinyatakan positif. Yang bersangkutan langsung menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi,” jelasnya, Rabu (22/4).

Istri dan anak dari pasien tersebut, juga langsung di-rapid test. “Hasilnya negatif,” lanjut Juliyatmono.

Lingkungan di sekitar rumah pasien, menurut pria yang juga Bupati Karanganyar ini, langsung diisolasi. Pihak kecamatan sudah mendata warga sekitar, untuk diberi bantuan sembako selama menjalani isolasi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Gugus Tugas juga menyampaikan kabar lain. Tukang pijat yang diisolasi di RSUD Karanganyar, karena sempat kontak dengan almarhum CW (75), pasien positif Covid-19 dari Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah. Hasil tes swab pada tukang pijat tersebut negatif.

“Untuk mengantisipasi agar tukang pijat ini tidak pergi-pergi selama masa isolasi, ada enam orang yang berjaga di sekitar rumah,” jelasnya.

Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, yang meninggal pada Minggu (12/4) lalu, hasil tes swab-nya juga dinyatakan negatif Covid-19.

“Sempat beredar informasi juga, ada pria warga Kecamatan Jatiyoso meninggal karena corona pada Selasa (21) malam. Saya sampaikan, yang bersangkutan meninggal bukan karena Covid-19. Pemudik dari Bogor ini sudah dimakamkan Rabu (22/4),” ungkapnya.

Meski demikian, pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19.

“Warga dan keluarganya minta bantuan untuk pemakaman. Wilayah di sekitar tempat tinggal tidak diisolasi, karena meninggalnya bukan karena Covid-19,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan