86 Peserta Ijtima Gowa Jalani Rapid Test, 31 Dinyata Positif Covid-19

0
corona-sragen
BERI KETERANGAN: Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberikan penjelasa terkait hasil RDT yang dilakukan terhadap para peserta Ijtima Ulama Gowa dan santri Temboro, Magetan, pada Kamis (23/4). (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap 86 orang peserta Ijtima Ulama Gowa, Sulawesi Selatan, yang berasal dari Sragen.

Hasilnya 31 orang dinyatakan reaktif atau positif dan 55 orang dinyatakan non-reaktif atau negatif. Rapid test tersebut dilakukan secara massal di gedung SMS Sragen dalam tiga hari terakhir ini. Selain itu juga telah dilakukan tes yang sama terhadap delapan santri dari Temboro, Magetan dan hasilnya satu orang reaktif dan tujuh orang non-reaktif.

Hal ini disampaikan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada wartawan, Kamis (23/4).

 “Dari 86 orng yang menjalani rapid test, 31 orang menunjukkan reaktif dan 55 nonreaktif,” jelas Bupati Yuni yang saat itu didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Hargiyanto.

Yuni yang juga Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Sragen ini mengemukakan, ada 130 orang dari Sragen yang mengikuti kegiatan Ijtima Ulama di Gowa.

Dari jumlah itu, 30 orang dilaporkan sudah tidak lagi berada di Sragen dan hingga Kamis (23/4) sudah ada 86 yang mengikuti rapid test.  Mereka yang datang dites selama dua hari dan kooperatif datang sendiri.

“Masih ada 14 orang yang belum datang dan kami harapkan bisa ikut tes,” kata Bupati.

Mereka yang sudah tidak berada di Sragen dimungkinkan sudah berpindah melakukan pelayanan atau syiar ke daerah lain.  

Karantina Mandiri

Dari data yang ada, para peserta Ijtima Ulama dari Sragen itu tersebar di beberapa kecamatan. Ada dari Tangen, Kedawung, Sambirejo, Sidoharjo, Plupuh, dan lainnya. Namun ia menegaskan bahwa 31 orang itu baru reaktif atau positif dari rapid test. Masih diperlukan tes swab untuk memastikan apakah mereka terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau tidak.

“Kalau ketentuanya dua kali rapid test dan sekali swab. Tapi kalau sudah rapid test pertama reaktif (positif) nanti langsung  dites swap. Ingat lho ya ini baru rapid test, gold-nya tetap hasil tes swab,” tegasnya.

Tindaklanjut yang dilakukan Pemkab Sragen terkait hasil ini, adalah melakukan karantina mandiri terlebih dahulu kepada mereka, setelah itu melakukan tes swab untuk memastikannya. Karena ini adalah satu kelompok jadi akan lebih karantina mandiri dengan mengumpulkan di satu tempat.

“Rencananya kami akan melakukan karantina mandiri di masjid saja, masjid yang dipilih nantinya adalah masjid milik mereka dimana kelompok mereka nyaman, ” tandas Yuni.

Dimana tempatnya, akan dikoordinasikan antara Pemkab Sragen dengan mereka, mereka yang akan menentukan tempatnya. Dengan karantina mandiri ini pula, mereka tidak jauh dari keluarga mereka, juga lebih mudah mengawasi keluarga besar mereka. Pemkab Sragen akan melakukan kesepakatan dengan pengelola masjid terkait karantina mandiri itu, sehingga selama masa karantina 14 hari itu mereka tercukupi semua kebutuhan dan dipastikan tidak keluar dari tempat karantina.

“Sekarang ini mereka masih berpencar-pencar di beberapa kecamatan, nanti akan dikumpulkan di satu tempat,” tegas Yuni yang seorang dokter tersebut.

Sementara ini pihaknya juga masih melakukan identifikasi jumlah santri dari Temboro yang berasal dari Sragen.

“Kami masih melakukan identifikasi berapa jumlah santri dari Temboro, yang sudah kami dapat dengan cepat adalah yang dari Kecamatan Sambirejo delapan orang dan langsung dirapid test,” katanya.

Kepala Dinkes Hargiyanto menambahkan, saat ini semua 31 warga peserta ijtima ulama yang hasil rapid testnya reaktif, dalam kondisi baik dan sehat. Dia memastikan semuanya tidak ada gejala klinis. Meski demikian mereka harus dilakukan karantina mandiri sembari menunggu hasil swab tes.

“Setelah dalam rapid tes dinyatakan reaktif, selanjutnya memang dilakukan tes swab,” jelas Hargiyanto. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan