Jika Pilkada Digelar 2020, Bupati Wonogiri Pilih Mundur Dari Pencalonan

0
bupati-wonogiri
FOTO DIRI/ Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) idealnya diundur tahun 2021 mendatang. Pasalnya, masyarakat saat ini masih dihadapkan pada kondisi pandemi wabah virus corona (Covid-19) yang belum diketahui kapan akan berakhir.

“Menurut saya pribadi, idealnya diundur 2021, Maret atau  September 2021. Karena siapa yang bisa menjamin pandemi ini akan berakhir? Kalau harapan sih, saya berharap besok sudah selesai,” katanya, Kamis (23/4).

Oleh karenanya, dia memilih mundur dari pencalonan Bupati, jika pemerintah pusat memutuskan melangsungkan Pilkada pada Desember 2020 mendatang. “Kalau Pilkada diadakan tahun 2020, saya akan berkirim surat ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan), mundur dari pencalonan. Terlepas nanti respons DPP seperti apa, itu di luar domain saya,” ujarnya.

Dia menerangkan, masyarakat saat ini masih dalam kondisi trauma terhadap Covid-19. Alhasil, segala aspek sosial, ekonomi, hingga stabilitas keamanan sangat membutuhkan pemulihan. Energi yang dibutuhkan untuk pemulihan itu luar biasa besar.

Apabila Pilkada dipaksakan tahun 2020, tingkat partisipasinya akan sangat rendah karena masyarakat masih trauma dengan pandemi Covid-19. Akibat selanjutnya, pemerintahan terpilih tidak mempunyai legitimasi kuat karena pemilihnya hanya sedikit.

“Jangan sampai masyarakat yang kondisinya seperti ini masih disibukkan dengan persiapan Pilkada dan yang lain. Secara momentum sangat tidak tepat. Kalau Pilkada Desember 2020, sekarang sudah akhir April, kampanyenya mau bicara apa?,” katanya.

Dia mencontohkan, dana yang dibutuhkan untuk Pilkada Wonogiri mencapai Rp 42 miliar. Dana tersebut menurutnya lebih baik dialokasikan untuk memulihkan ekonomi masyarakat. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan