Bandara Adi Soemarmo dan Stasiun Balapan Hentikan Seluruh Perjalanan

0
stasiun-balapan-sepi
TAMPAK LENGANG : Suasana Stasiun Solobalapan tampak lengang, Jumat (24/4). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Bandara Internasional Adi Soemarmo menghentikan sementara seluruh penerbangan, menyusul terbitnya aturan pemerintah terkait larangan mudik guna pencegahan penularan corona virus disease (Covid-19).

Hal serupa dilakukan Stasiun Solobalapan dan stasiun-stasiun lainnya yang menghentikan perjalanan kereta api (KA) guna mendukung Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

Dalam peraturan itu, kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa penerbangan penumpang domestik masih akan diizinkan beroperasi sampai Jumat (24/4).

“Sesuai peraturan pemerintah bahwa larangan sementara penggunaan transportasi udara berlaku mulai 24 April 2020. Namun untuk hari Jumat 24 April ini masih diijinkan beroperasi mengingat penumpang yang reservasi sudah lama dilakukan dan supaya operator penerbangan bisa memberi kewajibannya kepada penumpang,” jelasnya, Jumat (24/4).

Usman juga menjelaskan, otoritas bandar udara akan terus menjaga keadaan tetap aman dan kondusif pada saat penumpang melakukan reroute, refund maupun reschedule. Sementara Untuk angkutan kargo dan penerbangan khusus masih akan tetap dilayani Bandar Udara Adi Soemarmo.

“Larangan sementara penerbangan dilaksanakan sampai 31 Mei 2020 dan akan diperpanjang jika diperlukan,” jelasnya.

Terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, Daop 6 Yogyakarta membatalkan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh menuju barat (Jakarta/Bandung) maupun timur (Surabaya/Ketapang) mulai 25 April.

Menurut dia, pembatalan seluruh perjalanan tersebut menindaklanjuti keputusan pemerintah atas larangan Mudik Lebaran tahun ini bagi masyarakat.

Sebelum 24 April ini, kata dia, masih terdapat 4 perjalanan kereta api jarak jauh yang melintas di daerah operasi 6 Yogyakarta, yaitu KA Bima, KA Kahuripan, KA Wijayakusuma, dan KA Ranggajati. Namun mulai 25 April terdapat penghentian atau pembatalan sementara seluruh perjalanan KA.

“Pembatalan perjalanan kereta api ini untuk sementara ditetapkan hingga 30 April, sambil evaluasi dan mengikuti perkembangan. Jika fiperpanjang waktunya maka akan diinformasikan kembali secara resmi,” kata Eko, Jumat (24/4).

Dengan adanya pembatalan seluruh perjalanan KA jarak jauh tersebut, kata dia selanjutnya, secara tidak langsung membuat seluruh stasiun di daerah operasi 6 yang antara lain Stasiun Yogyakarta, Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Wates, Stasiun Solobalapan, Stasiun Purwosari, Stasiun Klaten, Stasiun Sragen, dan stasiun-stasiun lainnya, sementara tidak melayani keberangkatan KA jarak jauh.

Dan mulai 25 April untuk sementara, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Solobalapan, Stasiun Purwosari, dan Stasiun Klaten hanya melayani perjalanan KA Prambanan Ekspres (Prameks) dan angkutan barang.

“Kami menghimbau masyarakat yang memerlukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api jarak jauh untuk tidak datang menuju stasiun karena mulai Sabtu, 25 April, Daop 6 Yogyakarta untuk sementara tidak mengoperasikan perjalanan KA jarak jauh,” jelasnya.

Lebih lanjut Eko mengatakan, saat ini hanya tersisa 8 perjalanan KA Lokal Prameks yang masih tetap beroperasi. Seperti biasa, kereta api ini untuk mengakomodasi para penumpang yang memang terdapat kepentingan mendesak atau pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.

“Penumpang yang dibatalkan KA-nya akan dikembalikan bea tiketnya 100 persen. Penumpang akan dihubungi melalui contact center 121 dan dipersilakan mengikuti petunjuk. Jika belum dihubungi, penumpang bisa membatalkan sendiri tiketnya melalui aplikasi KAI Access dan loket stasiun,” tandasnya.(Vladimir Langgeng)

Tinggalkan Pesan