Hasil Rapid test Positif, 8 Perawat RSUD Karanganyar Dikarantina

0
corona-karanganyar
PANDEMI : Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono, menyampaikan informasi warga Karanganyar yang positif Covid-19. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Karena menunjukkan gejala-gejala seperti batuk dan pilek serta sesak nafas, dan setelah jalani rapid test ternyata positif, sebanyak delapan perawat RSUD Karanganyar terpaksa dikarantina di Gedung BLK (Balai Latihan Kerja) Karanganyar untuk sementara waktu. Mereka juga menjalani swab untuk memastikan terkena Covid-19 atau tidak.

‘’Mereka adalah para perawat yang menjadi ujung tombak melayani pasien di poliklinik RSUD dari berbagai klinik. Karena kami tidak mau mengambil resiko jika mereka terkena Covid-19, mereka kamikarantina dan kami ajukan untuk test swab,’’ kata Dirut RSUD Karanganyar Cucuk Heru Kusuma, Senin.

Dia mengakui soal itu, namun buru-buru mengklarifikasi bahwa kedelapan perawat itu merupakan perawat yang bertugas menangani masyarakat umum, dan bukan khusus penderita Covid-19. Sehingga jika dikarantina, itu langkah kehati-hatian saja.

Sebab sebagai orang yang bekerja di bidang pelayanan keperawatan, mau tidak mau mereka bersinggungan dengan para pasien yang menderita segala macam, tak terkecuali yang Covid-19. Sehingga mereka sangat rentan.

Karena dilihat mereka justru menunjukkan sakit gejala Covid-19 seperti batuk, pilek dan sesak nafas itulah maka dengan cepat dilakukan tindakan karantina. Jika selama dikarantina.

Apalagi jika hasil tes swab menunjukkan ternyatamereka negativ Covid-19, maka mereka sudah terbukti tidak apa-apa. Hanya jika mereka positif maka langkah ini merupakan langkah cepat untuk menangani mereka dan agar mereka tidak menjadi sebab tersebarnya penyakit itu ke pasien yang ada.

‘’Yang jelas mereka dikarantina untuk langkah-langkah awal sampai semua menunjukkan bukti negatif. Sehingga RSUD melakukan penjadwalan ulang pda semua perawat karena ke-8 perawat itu adalah perawat yang bertugas sehari-hari sehingga jangan sampai RSUD kewalahan,’’ kata Cucuk.

Bupati Juliyatmono mengatakan BLK memang sejak lama dipersiapkan untuk rumah sakit darurat dan sebetulnya kita berharap tidak dipakai, namun malah perawat RSUD yang menggunakan dulu. Ada 6 perawat di sana dan 2 perawat yang minta diisolasi di rumah.

Saat ini jumlah penderita positif Covid-19 memang cenderung naik, karena itu dia meminta agar masyarakat mengimbangi dan bukan malah sembrono menghadapi wabah ini.

Sementara itu jumlah penderita positif Covid-19 di Karanganyar semakin banyak dengan adanya tambahan warga Paulan, Colomadu yang positif Covid-19. Suaminya terlebih dulu terkena korona, malah sudah sembuh meski masih dirawat untuk pemulihan.

Namun istrinya malah menyusul dinyatakan positif dari hasil swab beberapa hari kemudian. Anaknya juga terkena, namun hasil swab menyatakan anaknya negatif sehingga hanya dikarantina biasa untuk menyembuhkan batuk pileknya. Jumlah total Covid-19 positif di Karanganyar ada 14 orang yang kini dirawat di rumah sakit.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan