Polres Wonogiri Bagikan Sembako Untuk Buruh

0
bantuan-polres-wonogiri
MENYERAHKAN BANTUAN : Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing menyerahkan bantuan kepada pengurus SPSI di Sekretariat SPSI Wonogiri, jalan Brigjen Katamso, Klampisan, Selogiri, Jumat (1/5). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com– Polres Wonogiri menggelar bakti sosial dengan membagikan ratusan paket sembako kepada para buruh, Jumat (1/5).

Aksi itu dilakukan untuk meringankan beban buruh yang mengalami kesulitan ekonomi akibat wabah virus corona (Covid-19).

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing mengungkapkan, bakti sosial Polres Wonogiri Peduli Buruh Indonesia itu dilaksanakan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional atau May Day.

“Sebagian dari mereka sudah tidak bisa bekerja. Kami berusaha meringankan beban kehidupan sehari-hari dengan memberikan bantuan dalam bentuk paket sembako,” katanya, usai penyerahan bantuan sembako kepada pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di sekretariat organisasi tersebut jalan Brigjen Katamso, Klampisan, Selogiri, Jumat (1/5).

Selain membantu meringankan beban para buruh, bakti sosial diharapkan bisa menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Itu salah satu upaya kepolisian dalam rangka menciptakan Kamtibmas. Alhamdulillah, setelah melakukan penggalangan dan komunikasi, tidak ada aksi negatif para buruh di Wonogiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya membagikan 118 paket sembako. Terdiri atas 510 kilogram beras, 612 bungkus mi instan, 204 liter minyak goreng, dan 204 kilogram gula pasir.

Paket-paket sembako itu diberikan di beberapa lokasi, antara lain depan rumah sakit Marga Husada Wonokarto untuk 61 orang, sekretrariat SPSI Wonogiri untuk 21 orang, dan depan SMK Muhammadiyah Wuryantoro untuk 20 orang.

Pihaknya berpesan seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid-19, menggunakan masker, menjaga social distancing, dan membiasakan pola hidup bersih sehat. Dia juga berharap para buruh tidak melakukan aksi massa yang negatif karena wabah Covid-19 belum berlalu.

Dalam kesempatan itu, Tukino pengurus SPSI Wonogiri mengungkapkan, sejumlah buruh tidak bisa bekerja. Salah satu contohnya para pegawai rumah sakit Marga Husada yang beberapa bulan ini sudah tidak beroperasi lagi. Alhasil, mereka mengalami kesulitan ekonomi. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan