Ki Djoko Lelang Lukisan Bantu Masyarakat terdampak Covid-19

0
lukisan-wayang-semar-ki-djoko
LUKIS SEMAR : Ki Djoko Sutedjo sedang melukis wayang semar dengan pewarna dari bubuk kopi dan arang dandang, ukuran kampas 70 cm x 90 cm. (suaramerdekasolo.com/dok)

*Lukis Semar Dengan Pewarna Serbuk Kopi dan Langes

PADA umumnya para pelukis memakai pewarna berbahan cat minyak, cat air serta crayon untuk menciptkan karya lukisan.

Bahan-bahan dasar itu tentunya akan mendukung hasil lukisan, apalagi karya seni dengan makna filosofi tinggi itu diciptakan seniman terkenal.

Baru-baru ini, seorang pelukis wayang dari Dukuh Pelang, Desa Bade, Kecamatan Klego Boyolali, Ki Djoko Sutedjo mendobrak pakem tersebut.

Tak memakai cat minyak, cat air atau crayon, seniman senior malahan bereksperimen melukis
tokoh pewayangan dengan judul “Kiai Semar Membasmi Virus Corona”.

Menurut versi Ki Djoko, pewarna yang dipakai berasal dari serbuk kopi dan sisa pembakaran arang (langes) dandang.

Ki Djoko begitu panggilannya saat dihubungi Suara Merdeka, Senin (4/5), mengatakan, ide menggunakan bubuk kopi dan langes itu didapatnya saat merenung
di dapur.

Ia melihat para ibu merebus air dan memasak memakai dandang. Air yang direbus dan mendidih ini ada yang dipakai untuk memasak atau membuat kopi.

Lalu munculah ide memadukan bubuk kopi dan arang dandang ini dibuat sebagai bahan dasar melukis wayang semar.

“Walaupun alat yang digunakan sederhana, tapi lukisan menjadi seni bernilai tinggi dan unik,” katanya.

Pelukis yang sudah tidak muda lagi ini tentu saja bersemangat membuat karya terbarunya itu. Setelah melalui sejumlah proses akhirnya, karya terbarunya ini pun berwujud.

Kepada Suara Merdeka, seniman yang lama menetap di Kota Semarang ini berencana akan melelang untuk umum karya lukisannya ini. Hasil dari lelang akan disumbangkan kepada masyarakat termiskin serta pedagang kecil yang berdampak pandemi Covid-19.

“Lelang tersebut dilelang secara terbuka mulai dari harga Rp 20 juta hingga harga tertinggi sampai Rp 150 juta bagi masyarakat yang berminat salah silahkan menawar secara online dengan nomor 0823 3917 81 29,” jelasnya.

Sekelumit tentang Ki Djoko, dia pernah melukis semar berukuran 3 cm x 3 cm hingga mendapat piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia.

Pada 1998 serta melukis semar diatas kartu telepon Sakti Indo Card Jakarta. Ia juga pernah mengadakan pameran sebanyak 500 buah lukisan. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan