Ronda Malam ”Dilarang” di Wonogiri, Simak Alasan yang Disampaikan Bupati Joko ‘Jekek’ Sutopo

0
ronda-malam-dilarang-wonogiri
MENUNTUN PASIEN : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo menuntun pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 di pendapa Kabupaten Wonogiri, Minggu (3/5). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri telah menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan untuk tidak melakukan ronda malam secara berlebihan. Pasalnya, warga yang ronda malam berlebihan akan rawan terpapar penyakit virus corona (Covid-19).

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo menuturkan, banyak sekali isu yang beredar tentang peningkatan kriminalitas. Namun, ketika dia berkoordinasi dengan Polres Wonogiri, ternyata tidak ada laporan peningkatan eskalasi tindak kriminalitas.

“Ada isu mobil menurunkan sekelompok orang dan sebagainya. Saya koordinasi Polres, ternyata tidak ada peningkatan kejadian kriminal,” katanya, Rabu (6/5).

Bupati bahkan berkeliling malam-malam seorang diri mengendarai sepeda motor ke kampung-kampung. Dia menemukan banyak warga ronda dan berkerumun hingga dini hari. Sebagian besar dari mereka tidak mengindahkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga physical distancing.

“Saya keliling sendiri pakai motor sampai jam setengah tiga pagi. Polanya sama, masih banyak yang ronda. Kalau begini terus, masyarakat akan mudah terpapar,” terangnya.

Dia mengakui SE itu menuai pro dan kontra di masyarakat. Namun, menjaga keselamatan jiwa dari paparan penyakit menurutnya lebih penting dari pada menjaga harta benda. “Ronda sampai pagi, distancing socialnya tentu tidak terpenuhi dan kondisi fisiknya pasti menurun,” ujarnya.

Kewaspadaan masyarakat bisa dilakukan meningkatkan komunikasi dengan aparat penegak hukum. Adapun warga tetap berjaga di dalam rumah. “Minta nomernya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, selalu berkoordinasi dan berkomunikasi. Patroli biar menjadi tugas aparat kepolisian dan TNI,” katanya.

Sementara itu, jumlah akumulatif pasien positif Covid-19 di Kabupaten Wonogiri sebanyak sepuluh orang. Lima orang di antara mereka sudah dinyatakan sembuh dan negatif dari virus corona. Tinggal satu orang yang dirawat di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, dua orang menjalani isolasi mandiri, dan dua orang lagi dirawat di luar daerah. Hanya satu yang meninggal dunia pada 17 Maret lalu.

Dalam penanganan Covid-19, pihaknya lebih menekankan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalankan protokol kesehatan. Bupati melarang ronda berlebihan, lockdown atau pemasangan portal di kampung-kampung, dan melarang pendirian rumah isolasi di desa-desa karena tidak efektif dan justru rawan terjadinya penularan. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan