KSP Artho Moro Dhewe Sragen Bagikan Ratusan Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19

0
koperasi-artho-moro-dhewe
BAGIKAN SEMBAKO : Karyawan Koperasi Artho Moro Dhewe Sragen membagikan sembako dengan cara menghgindari kerumunan massa di Jl.RA Kartini, Sragen.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Peduli terhadap nasib wong cilik yang terkena dampak Covid-19, pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Artho Moro Dhewe di Jl.Veteran, Jumat (8/5) membagikan seratusan paket sembako.

Mereka yang mendapat bantuan para juru parkir, tukang becak, buruh dan pemulung.

”Pembagian sembako itu sebagai bentuk kepedulian kami terhadap wong cilik, karena terdampak Covid-19,” tutur Widodo Teguh Rudianto, Manajer KSP Artho Moro Dhewe ditemui disela memberikan bantuan, kemarin.

Bantuan bahan pokok pangan itu berupa beras, gula, minyak goreng dan mi instan. Selama bulan puasa ini, lanjut Rudianto banyak orang kurang mampu seperti pengayuh becak, tukang parkir dan buruh memerlukan sembako untuk kebutuhan keluarga.

”Bantuan yang kami siapkan seratusan paket sembako, semoga bisa bermanfaat bagi penerimanya,” harap Widodo Teguh Rudianto yang akrab disapa Rudi itu.

Bantuan dibagikan dari mobil yang berjalan pelan untuk menghindari kerumunan. Mobil yang membawa sembako berjalan pelan dari Jl.Veteran kemudian menuju Jl.RA Kartini, Beloran dan menyusuri Jl.Raya Sukowati hingga ALun-aun Sasana Langen Putra.

Supri warga Kwayon, Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo pengayuh becak yang mangkal di depan Toserba Luwes Jl.Raya Sukowati mengaku senang mendapat bantuan sembako.

”Kebetulan ini mau pulang, ada yang memberi sembako,” tutur Supri sembari tersenyum puas. Setiap pagi Supri mengayuh becak dari Kwayon, Desa Jambanan sejauh 7 Km menuju Sragen Kota untuk mengais rejeki. Sedangkan pulang sore hari setiap Pukul 16.30 WIB.

Taufik Munandar, juru parkir di kawasan barat Masjid Al Falah juga mengaku senang mendapat bantuan sembako dari KSP Artho Moro Dhewe. ”Untuk nambah beras dan gula di rumah yang hampir habis,” tuturnya.

Koperasi yang berdiri 23 Mei 2018 itu Tahun Buku 2019 lalu meraih SHU Rp 589 juta.

Kini koperasi sudah memiliki anggota 1.520 orang. Rudi menambahkan koperasi yang dibina oleh mantan Bupati Sragen Untung Wiyono menunjukkan kemajuan pesat.

Kemajuan koperasi itu terlihat dari banyaknya nasabah dan anggota yang tertarik dengan produk simpanan deposito berjangka dan Simpanan Artho Moro Dhewe (SIAMAD) serta tabungan pendikkan dan tabungan hari raya.

Disebutkan posisi asset Mei 2019 tercatat Rp 17 miliar, kini per Februari 2020 menjadi Rp 22,7 miliar. Karena tingkat kepercayaan masyarakat tinggi, lanjut Rudianto berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah anggota yang terus bertambah.(Anindita AN)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan