Karantina Mandiri Rasa Kemping di Telaga Madirda, Ternyata Diinisiasi Pemerintah Desa Berjo

karantina-mandiri-telaga-madirda
KARANTINA : Giyanto, warga Dusun Puntukrejo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, duduk di depan tenda yang menjadi tempat karantina bagi pemudik, di Pulau Karantina Mandiri di kawasan Objek Wisata Telaga Madirda, Sabtu (9/5). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com -Bagaimana rasanya menjalani karantina untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di lokasi wisata yang suasananya sejuk dan memiliki pemandangan nan permai ?

Tanyalah pada Giyanto. Warga Dusun Puntukrejo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso ini harus menjalani isolasi selama 14 hari di Pulau Karantina Mandiri di area Objek Wisata Telaga Madirda.

Ya, kawasan objek wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo tersebut, sejak beberapa hari terakhir disulap menjadi lokasi karantina, bagi warga desa yang pulang merantau dari daerah lain.

Sebanyak 15 tenda disiapkan pemerintah desa di Pulau Karantina Mandiri, yang terletak di samping Telaga Madirda, sebagai hunian sementara bagi warga yang menjalani isolasi selama 14 hari.

Selama tinggal di tempat karantina, warga bisa menggunakan fasilitas di objek wisata tersebut. Seperti kamar mandi dan WC untuk kebutuhan mandi dan buang hajat. Kebutuhan makan mereka juga disiapkan, jika tidak ada kiriman dari keluarga.

Selama diisolasi, mereka bisa dijenguk keluarganya. Disiapkan tempat khusus untuk berbincang, yang dibatasi parit selebar 1 meteran, yang membuat penjenguk dan yang dijenguk tidak bisa berdekatan. Artinya, protokol physical distancing bisa dijalankan.

Giyanto, menghuni salah satu tenda di di Pulau Karantina Mandiri sejak Kamis (7/5). Dia menjalani isolasi setelah pulang merantau dari Bekasi.

“Saya kerja di proyek perumahan. Tapi karena ada pengurangan tenaga kerja, saya pulang. Sampai Berjo, langsung periksa ke puskesmas. Setelah itu lapor ke kantor desa, langsung diarahkan untuk isolasi di Telaga Madirda. Jadi belum sempat sampai rumah,” katanya.

Dia mengaku tidak keberatan menjalani masa karantina. “Ya untuk kebaikan, tidak apa-apa. Meski kadang bosan di sini, karena tidak ada kegiatan. Kadang video call sama istri, ngobrol, biar tidak bosan. Atau jalan-jalan ke area telaga yang pemandangannya bagus. Anggap saja sedang kemping,” ujarnya.

Kepala Desa Berjo Suyatno mengatakan, lokasi karantina di kompleks Telaga Madirda sudah disiapkan sejak 10 hari terakhir.

“Sudah ada dua orang yang menjalani karantina di sini. Kalau yang isolasi mandiri di rumah, ada 20-an warga,” katanya.

Dipilihnya kompleks Telaga Madirda sebagai lokasi karantina, menurut Suyatno, untuk antisipasi penyebaran virus corona.

“Kalau isolasi di rumah, takutnya tidak optimal. Karena masih bergabung dengan keluarga. Maka dibuatkan di sini, yang terpisah. Ya, ini untuk kebaikan semua, untuk keselamatan bersama,” ujarnya.

Selain itu, dengan dikarantina di kompleks telaga yang berhawa sejuk dan berpemandangan permai, diharapkan bisa memberi pikiran yang fresh pada warga yang menjalani.

“Jadi meski dikarantina, namun serasa sedang kemping di alam terbuka. Bisa refreshing,” tuturnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan