Pegawai Bank UOB Kompak Pengambilan Uang Sesuai Prosedur

BERI KETERANGAN- Para pegawai Bank UOB saat memberikan kesaksiannya dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Senin (11/5). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Dalam upaya mengungkap fakta di persidangan tentang perkara kejahatan perbankan dengan terdakwa tiga pimpinan Bank UOB yakni Natalia Go, Vincencius Hendry dan Meliawati, ada delapan saksi yang diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Enam saksi yang dimintai penjelasan di hadapan majelis hakim dengan ketua H Muhammad SH MH, jawabannya kompak bahwa pengambilan uang milik Roestina Cahyo Dewi yang dilakukan Waseso sudah sesuai prosedur, termasuk syarat-syarat yang diajukan.

Lima saksi yang dihadirkan dalam sidang merupakan karyawan Bank UOB yang menangani transaksi atau sebagai teller, lalu Kepala Cabang Bang UOB Jalan Urip Soemohardjo, serta dua saksi yang bekerja sebagai auditur yang melakukan audit secara internal dalam perkara ini.

Pada saat sidang berlangsung Senin (11/5), Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rr Rahayu Nur Raharsi mencerca sejumlah pertanyaan kepada para saksi terkait mekanisme penarikan uang di Bank UOB. Para saksi telah bekerja sesuai mekanisme yang berlaku. Dimana para saksi mengatakan saat Waseso melakukan 18 kali pencairan dana yang menyebabkan Roestina Cahyo Dewi mengalami kerugian sekitar Rp 21,6 miliar sudah sesuai prosedur. Termasuk Waseso menyertakan KTP asli milik Roestina Cahyo Dewi, serta sudah dilakukan pengecekan tanda tangan yang ada di slip penarikan sudah sesuai dengan yang tertera di KTP.

Begitu pula apabila salah satu nasabah tidak datang untuk pengambilan uang, dianggap sah dan tidak perlu surat kuasa.
Keterangan para saksi mengatakan, surat kuasa dibutuhkan jika Roestina Cahyo Dewi dan Waseso sebagai pemilik rekening bersama tidak datang saat ada penarikan uang.

Usai delapan saksi dimintai keterangan, Ketua Majelis Hakim, H Muhammad menutup sidang. ”Agenda sidang selanjutnya kita lakukan minggu depan yakni Senin (18/5)) mendatang. Saya meminta jaksa mendatangkan saksi ahli,” tegas hakim.

Usai sidang, JPU Rr Rahayu Nur Raharsi mengatakan hampir semua saksi menjelaskan mekanisme pengambilan uang yang dilakukan Waseso di Bank OUB sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).


”Keterangan saksi yang mengatakan bahwa Waseso saat mengambil uang di bank menyertakan KTP asli milik Roestina Cahyo Dewi dan kebenarannya seperti apa tentunya majelis hakim yang berhak menilai dan mempertimbangkannya dalam putusan,” jelasnya.

Adapun tiga saksi yang akan dihadirkan dalam sidang pekan depan, kata JPU itu, satu orang saksi ahli dari OJK, kemudian dari saksi ahli pidana dan satu dari direktur SOP Bank UOB.

Terpisah, kuasa hukum ketiga terdakwa, Zaenal Arifin SH mempertegas keterangan para saksi bahwa tidak ada pelanggaran SOP saat Waseso melakukan penarikan uang tabung bersama di Bank UOB.

Sebab pihak bank, menurutnya, sudah mengecek spesimen tanda tangan dan syarat-syarat lainnya. Hal itu dilakukan mulai dari teller hingga ketingkat pimpinan

”Artinya sifat ke hati-hatian dalam penarikan uang milik bersama atas nama Roestina Cahyo Dewi dan Waseso sudah diperhatikan oleh pihak bank,” urainya.

Terlebih lagi, lanjut Zainal, berdasar hasil audit internal yang dilakukan UOB pusat, tertanggal 20 Maret 2017 terkait permasalahan ini, tidak ditemukan adanya pelanggaran SOP, baik yang dilakukan teller maupun ketiga pimpinannya yang kini menjadi terdakwa.

Roestina Cahyo Dewi yang mengikuti jalannya sidang membantah kalau KTP asli miliknya kerap dibawa Waseso dengan tujuan untuk menarik uang miliknya yang ditabung di Bank UOB. ”KTP saya selalu saya bawa, tidak mungkin saya serahkan Waseso untuk mengambil uang,” terangnya.

Owner PT Ladewindo itu juga menegaskan, bahwa tanda tangannya yang dipakai untuk mencairkan uang sengaja dipalsukan oleh Waseso. Bahkan berkali-kali uangnya diambil Waseso, Dewi merasa tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak bank. Begitu juga Roestina Cahyo Dewi juga tidak dikirimi rekening koran selama Waseso berkali-kali mengambil uangnya di Bank UOB. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan