Setiap Tahun Selalu Banjir, Sungai Wiroko Nguntoronadi Sudah Tidak Layak Lagi

sungai-wiroko-wonogiri
MENGURAS SUMUR : Petugas BPBD Wonogiri dan warga menguras sumur yang sempat terendam banjir di sekitar Sungai Wiroko, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Selasa (12/5). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

*Diperparah Sedimentasi Sungai

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sungai Wiroko dinilai sudah tidak layak. Sungai yang memanjang dari wilayah Kecamatan Tirtomoyo, Kecamatan Nguntoronadi hingga bermuara di Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri itu mengalami sedimentasi parah. Akibatnya, banjir selalu melanda permukiman sekitarnya setiap musim hujan tiba.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, sedimentasi bisa mencapai ketebalan 1,5 meter. Alhasil sungai semakin melebar hingga 300 meter di beberapa ruasnya.

“Sungai Wiroko sudah tidak layak karena sedimentasinya luar biasa,” katanya, Selasa (12/5).

Baca : Petani Muda Jatipurno Bagi-bagi Bibit Gratis

Peristiwa banjir terakhir terjadi pada Senin (11/5) sekitar pukul 16.45. Sebagian wilayah Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi terendam banjir. Banjir juga menggenangi jalan antarkecamatan Tirtomoyo-Nguntoronadi.

Sebuah rumah milik Suratman warga Dusun Karangturi, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi tergenang air sekitar 30-40 cm. “Tidak ada korban jiwa, genangan air tidak sampai dua jam sudah surut,” ujarnya.

Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo agar sungai dinormalisasi dan direvitalisasi. Sebab, penanganan Sungai Wiroko merupakan kewenangan BBWS Bengawan Solo. Namun, hingga kini belum direalisasi.

Baca : Polres Wonogiri Juarai Sembilan Program Unggulan Kapolda Jateng

Dia menerangkan, Sungai Wiroko merupakan salah satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Sungai itu menjadi salah satu penyumbang sedimentasi waduk Gajahmungkur.

Banjir sangat terasa dampaknya bagi masyarakat. Terlebih sebagian masyarakat sekitar sungai merupakan warga tidak mampu. Selain itu, banjir sering menutup sumur, sehingga berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi. “Kami sudah menerjunkan tim untuk menguras sumur,” ujarnya.

Dia berharap Sungai Wiroko dikeruk dan dibangun tanggul karena selama ini tidak mempunyai tanggul. “Kami meminta agar sungainya dikeruk sehingga terlihat alur sungainya,” pintanya. (Khalid Yogi)

Baca : Kemungkinan Terburuk Pandemi Covid-19 Diantisipasi, Wonogiri Gelar Tactical Floor Game

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan