Taman Ndayu Produksi Contravid Herbal Penangkal Covid-19

jamu-herbal-corona
JAMU HERBAL KONTRAVID : Jamu herbal Contravid produk Taman Ndayu Sragen, kemarin ditunjukkan ke awak media di Taman nDayu, Gembong, Desa Saradan, Sragen.(suaramerdekaoslo.com/Anindito AN)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Taman nDayu di Desa Gembong RT 08 RW 04, Desa Saradan, Karangmalang mengeluarkan produk baru herbal dinamai Contravid.

Jamu herbal itu diproduksi untuk menangkal penyakit Covid-19. Dari testimoni sejumlah pemakai, sudah merasakan manfaat Contravid-19.

“Ada sejumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Sragen saat mengonsumsi Contravid mengalami kemajuan kesehatannya dan sembuh,” tutur Untung Wiyono, peracik dan produsen herbal Contravid itu.

Dikatakan kalai jamu dalam botol kemasan 250 ml itu masih dikonsumsi di lingkungan sendiri dan belum dipasarkan. Meski sudah di uji di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Karanganyar dan diperiksa di Lab Depkes, namun belum dipasarkan.

Untung Wiyono mengatakan jika semua izin sudah beres, termasuk pemeriksaan izin Depkes dan izin edar, maka jamu herbal itu baru dijual ke pasaran.

Ide membuat jamu dari tanaman herbal, diantaranya dari bahan temulawak merah itu karena adanya pandemi Covid-19. Tujuan utamanya tidak untuk diperdagangkan, namun diharapkan bisa menjadi obat alternatif bagi penderita yang terpapar Covid-19.

Setelah beberapa kali melakukan pengujian terhadap produk formula herbal itu, Untung meyakini kalau Contravid layak disebut herbal yang ampuh untuk menangkal Covid-19, serta sejumlah penyakit lain yang disebabkan karena bakteri atau virus.

Belum Dipasarkan

Dikatakan biaya produksi satu botol herbal berisi 250 ml itu sebesar Rp 75.000.

“Saat ini memang belum dipasarkan, tapi kalau sudah mendapatkan izin resmi dan dipasarkan satu botol akan dijual Rp 100.000 disesuaikan biaya produksi,” ungkap mantan Bupati Untung Wiyono yang lebih suka dipanggil sebagai Bupati Sepuh itu.

Sebelumnya Taman Ndayu atau Taman Edukasi nDayu itu juga memiliki Rumah Roti yang pernah memproduksi Bawang Madu yang banyak dipasarkan di Jakarta, Surabaya, Bali dan sejumlah kota besar di Indonesia.

“Bawang madu itu diproduksi di kisaran Tahun 1995, jauh sebelum saya menjadi bupati Sragen Tahun 2000-2005 dan 2005 hingga 2010,” tuturnya.

Setelah produk Bawang Madu cukup dikenal para pelanggan di kota besar, Taman nDayu memproduksi Minuman Herbal untuk jantung sehat. Kini jamu herbal paling akhir yang diproduksi adalah Contravid Enhances The Immunity For Fight Virus Covid-19”.

Di Taman nDayu yang menjadi ajang edupark itu juga memproduksi berbagai jenis roti dan biskuit, serta permen.(Anindito AN)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan