Beranda SUBOSUKAWONOSRATEN KARANGANYAR Sejam Dirawat di RS, Warga Colomadu Meninggal dan Dimakamkan Lewat Prosedur Kesehatan...

Sejam Dirawat di RS, Warga Colomadu Meninggal dan Dimakamkan Lewat Prosedur Kesehatan Covid-19

corona-karanganyar
PANDEMI : Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono, menyampaikan informasi warga Karanganyar yang positif Covid-19. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

*Muncul Gejala Mirip Penderita Covid-19

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Nahas betul nasib seorang warga Colomadu ini. Meski hanya sejam berada di rumah sakit karena mengalami sesak nafas, dan akhirnya meninggal, dia akhirnya dimakamkan Jumat pagi secara prosedur Covid-19 tanpa seorang kerabat pun boleh mendekat.

Kepala Gugus Tugas Pencegahan Covid Karanganyar Juliyatmono membenarkan kejadian tersebut. Warga Colomadu itu sebetulnya hanya sejam dirawat di rumah sakit swasta di Solo. Akhirnya dia dinyatakan meninggal. Karena melihat gejalanya mirip Covid-19 itu, setelah dia dites swab, jenazahnya dimakamkan dengan prosedur protokol kesehatan langsung dari rumah sakit ke pemakaman desa tanpa pelayat,’’ kata dia Jumat (15/5).

Baca : Lagi, Satu Dokter RSUD di Solo Positif Covid-19

Sebetulnya dari riwayat penyakit yang didertanya, sebetulnya sudah diceritakan keluarganya jika yang bersangkutan memiliki penyakit asma kronis. Dan pada waktu itu kambuh sehingga karena sesak nafasnya parah akhirnya oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit.

Dia langsung mendapatkan penanganan dokter secara intensif. Namun takdir menyatakan lain, di tengah sedang dirawat dokter itu yang bersangkutan meninggal. Dan dokter tentu tidak mau berspekulasi penyebab kematiannya itu, apakah karena asma, atau Covid-19 dengan ikutan penyakit asma. Sebab covid akan cepat berakibat kematian jika ada penyakit ikutan.

Sehingga dokterpun memutuskan yang bersangkutan dimakamkan dengan prosedur covid tanpa pelayat, dan dimakam kan oleh petugas berpakaian APD lengkap, Keluarganya semua juga menjalani pemeriksaan karena ditakutkan mereka terkena Covid-19.

Baca : Nojorono Upayakan Pencegahan Penyebaran Covid-19 ke Sejumlah Pasar Tradisional

‘’Yach begitulah kematian zaman ini, karena tidak ingin resiko semakin menyebar, maka seseorang terpaksa dimakamkan secara prosedur covid seperti itu. Keluarganya diminta mafhum atas tindakan tenaga medis itu. Dan sekali lagi itu menjadi peringatan kita untuk berhati-hati dengan corona ini,’’ kata Juliyatmono yang juga bupati ini.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan