Jadilah Polisi yang Sederhana dan Mencintai Keluarga, Pesan Tegas Kapolri Saat Icon ‘Ngopi Bareng’ Bersama Ustad Das’ad

icon-kapolri-idham-azis
FOTO/DOK

JAKARTA,suaramerdekasolo.com – Keteladanan, kesederhanan, mencintai keluarga, dan menjalankan tugas sebagai sebagai pengayom serta pelayan masyarakat menjadi pesan penting yang disampaikan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis saat menjadi tamu dalam wawancara aplikasi Zoom dengan Ustad Das’ad Latif dikutip media ini, Minggu (17/5/2020).

Pada kesempatan itu tak lupa, Kapolri menyampaikan, selama bulan suci Ramadan agar dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi umat muslim di Indonesia untuk beribadah.

Protokol Kesehatan

Tetapi dalam keseharian tetap menjalankan anjuran pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan Pandemi Covid-19 dengan memakai masker, jaga jarak dan sentiasa menja kesehatan.

Kapolri dalam wawancara yang direkam di video selama 42 menit 10 detik itu juga menekankan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara tetap menjaga keharmonisan baik di keluarga dan anak buahnya termasuk atasannya Presiden RI.

“Selama Ramadan ini selain tugas rutin yang saya lakukan selaku anggota Polri selaku kapolri, tentu sebagai umat muslim saya juga melaksanakan ibadah, ibadah yang wajib maupun ibadah -ibadah yang sunnah itu sudah proporsional dan itu juga berlaku secara otomatis bagi keluarga saya, anak-anak saya,” jelas Kapolri.

Jenderal Idham mengatakan segala kegiatannya selama bulan Ramadan yang juga bersamaan dengan pandemik Covid-19 dilakukannya sesuai protap kesehatan yang memang diwajibkan bagi setiap institusi.

Semua kegiatannya di institusi polri kata dia berjalan dengan baik.

“Alhamdullilah selama bulan ramadan inI sudah memasuki hari ke -21 sekarang saya dalam keadaan sehat, aktivitas sehari-hari mengikuti ratas (rapat terbatas) dengan presiden, rakor melalui video conference (icon) bersama para menteri, para menko, kemudian juga kegiatan di internal polri kita lakukan melalui vicon kepada seluruh kapolda maupun rekan rekan pejabat utama yang secara langsung saya berikan arahan tapi tentu mengikuti protokol WHO,” katanya, yang disambut hangat Ustad Das’ad Latif.

Hidup Sederhana

Lebih lanjut jenderal bintang empat ini menegaskan, agar anak buahnya tetap menjalankan tugas sebaik-baiknya.

Dirinya sebagai pimpinan tertinggi di kepolisian harus paling depan membeikan keteladan.

Sehingga watak dan sikap itu ditiru jajaranya yang berjumlah ratusan ribu personil tersebut. Ada sejumlah pesan yang berulang kali ditegaskanya kepada anak buahnya ini.

“Keteladanan harus dimulai dari atas jadi saya tidak mungkin berkoar-koar supaya hidup sederhana sementara anggota memalingkan diri kepada saya lalu saya menjadi seorang kelihatan hedonisme, glamour, itu omong kosong,” tegasnya.

“Yang kedua untuk menegakkan disiplin itu tidak bisa dengan bujuk rayu harus dengan hormat, saya menghimbau agar semua anggota saya hidup sederhana, satu falsafahnya di polri kita adalah pelayan masyarakat, kita bukan penguasa, itu ada dalam azaz tribrata maupun caturprasetya, kita ini sebagai pelayan pelindung dan pengayom masyarakat, itu baru dalam sisi beretika kita dalam bernegara,” jelasnya.

Kemudian lanjut dia, sebagai aparat penegak hukum di Negeri tercinta ini. Dalam kehidupan bermasyarakat tidak lepas dari hal keduniawian. Tetapi sebagai abdi negara, kepolisian adalah pelayan masyarakat.

“Bukan berarti kita tidak bisa hidup mewah, bukan berarti kita tidak boleh punya barang, tidak boleh punya rumah besar, punya mobil. Tapi kita ini sebagai pelayan masyarakat, itu yang harus menjadi dasar cara berpikirnya, dan saya selama jadi kapolri sejak 1 November 2019, saya gelorakan terus, saya harus memulai dari diri saya, saya ajak para pejabat utama, para kapolda, para komandan semua, kalau para komandannya sudah bisa memberikan contoh teladan yang baik, insya Allah anggota dibawah itu yang jumlahnya 470 ribu orang akan mengikuti,” kata sosok kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara ini.

Tak Boleh Sombong

Pesan penting yang disampaikan daam acara icon yang berulang kali disampaikan Jenderal Idham ada tentang pola hidup sederhana.

Menurut suami Fitri Handari ini, pola hidup sederhana ini adalah kebanggan dan harus dimulai oleh para komandan

“Dan itu adalah salah satu contoh bagaimana saya menginginkan pola hidup sederhana dan memang itulah yang harus dibanggakan, apalah juga yangkita mau pamer-pamer, apanya juga yang kita mau sombongkan, tidak ada yang boleh disombongkan sama polisi itu,” ujar mantan Kadiv Propam ini.

“Hakikinya adalah pola hidup sederhana harus dimulai dari komandan-komandannya, itulah yang dibilang satu keteladanan lebih baik dari pada seribu nasehat,” tegasnya

Dan pesan paling mendasar yang disampaikan mantan Kabarekrim Mabes Polri ini adalah keberadaan orang tersekat da tercinta.

Bagaimanan pun, keluarga adalah bagian vital yang senantiasa selalu ada dan siap kapan punn menerima.
“Kita ini kalau belum ada kita punya uang, sayang kita punya istri, begitu sudah punya jabatan, begitu sudah punya banyak uang, kita lupa kita punya keluarga, nah itu juga harus kita jadikan contoh,” paparnya lagi.

” Ingat dibalik kesuksesanmu sebagai anggota polri, itu ada keluargamu yang setiap saat mendoakanmu dan menerimamu dengan apa adanya, kau dalam keadaaan sehat, kau dalam keadaan sakit, dalam keadaan galau apapun dia akan menerima kamu seutuhnya. Itulah sebenarnya hakikinya kenapa saya selalu mengumandangkan bahwa, bersyukurlah jangan kau pernah lupa terhadap keluargamu. Apa yang kamu dapat hari ini, jabatan, harta, pangkat itukan hanya titipan Allah,” jelas Idham yang pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya ini.

Sementara itu, Ustad Das’ad Latif sebagai tuan rumah acara meggarisnawahi pesan-pesan yang disampaikan Kapolri Jenderal Idham.

. “Polisi gaya hidup sederhana, cintai keluarga, bersyukurlah bekerja sebagai polisi,” kata Das’ad mengulang tiga pernyataan Idham Aziz yang selalu disampaikan kepada jajarannya. (*)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan