Beranda SERBA-SERBI EKONOMI BISNIS Meski Alami Penurunan Permintaan, Pertamina Tetap Siaga dan Monitor Penyaluran BBM...

Meski Alami Penurunan Permintaan, Pertamina Tetap Siaga dan Monitor Penyaluran BBM di Jateng

stok-elpiji-jateng
FOTO/DOK

SOLO,suaramerdekasolo.com – Meskipun terjadi penurunan permintaan dikarenakan dampak pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) tetap melakukan pengawasan dan penyaluran BBM kepada konsumen.

Dibandingkan tahun sebelumnya, konsumsi BBM d Pertamina di wilayah MOR IV tahun 2020 jauh menurun.

“Pada tahun 2019, realisasi penyaluran BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite dan Pertamax Series) meningkat 26 persen dari rataan harian normal 12.000 Kiloliter menjadi 15.000 KL,” terang Pjs. General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah dalam siaran persnya, Selasa

Namun, pada tahun ini perkiraan rataan harian saat Ramadhan dan Idul Fitri untuk BBM jenis gasoline hanya berkisar di angka 9.800 KL atau turun hampir 40 persen.

“Untuk BBM jenis gasoil (Solar dan Dex Series) juga mengalami penurunan dari tahun lalu yaitu pada tahun 2019 rata-rata di bulan Ramadhan konsumsi berkisar di angka 5.800 KL per hari namun di tahun ini berkisar di angka 5.000 KL atau turun 14 persen,” lanjutnnya.

Diktakan, pengawasan yang dilakukan oleh Pertamina melalui Marketing Operation Region IV diantaranya dengan menyiagakan satgas RAFICO Pertamina hingga akhir Juni 2020 nanti.

Namun, jika dampak pandemi Covid-19 ini berlanjut hingga melewati bulan Juni maka bukan tidak mungkin satgas RAFICO Pertamina dilanjutkan hingga pandemi berakhir.

Tetap berlakunya larangan mudik untuk masyarakat umum juga membuat Pertamina tidak membuka titik-titik SPBU modular di jalan tol Trans Jawa namun stok BBM di 7 titik SPBU regular yang berada di Jalur Tol Trans Jawa (wilayah MOR IV) tetap disiagakan dan dalam jumlah yang cukup.

Adapun ketujuh titik SPBU regular tol Trans Jawa yang berada di wilayah MOR IV yaitu SPBU Jalur A arah ke Surabaya di KM. 379, 429 dan 519 serta SPBU jalur B ke Jakarta yaitu di KM. 260, 360, 389 dan 519. (*)

Editor : Budi Sarmun

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan