Dinsos Karanganyar Siap Kucurkan Sembako untuk 90.000 Warga

0
sembako-dinsos-karanganyar
BANTUAN SEMBAKO – Warga menerima bantuan sembako dari dinas sosial di Gedung Wanita Karanganyar. suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Warga terdampak korona di Karanganyar terus mendapatkan perhatian. Tekad ini untuk meminimalisi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Setelah memperoleh dana tunai Rp 600.000 yang akan diberikan tiga bulan, dari Kemendes dan Kemensos, sembako, dan juga dari berbaga lapisan masyarakat, Dinsos kembali mengucurkan sembako untuk 90.000 warga.

‘’Mereka itu kami ambilkan dari warga yang tiak mendapatkan bantuan tunai, baik dari Kemensos, dari Kemendes, program sembako, PKH, khususnya dari pelaku usaha mikro, pemudik yang ter-PHK, dan warga desa yang banyak memprotes data karena mereka tidak menerima bantuan apapun meski kondisinya miskin,’’ kata Waluyo Dwi Basuki, Kadinsos Karanganyar, Rabu (20/5).

Dia mengatakan, bantuan untuk mereka itu murni dari APBD yang dialokasikan Rp 18 miliar. Sehingga setiap paket seharga Rp 200.000. Terdiri atas beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 kilogram, gula 1 kilogram, susu satu kotak, kecap, dan kebutuhan lainnya.

Dinsos mengaku, sementara pihaknya membayar uang muka sebagian dari nilai sembako itu, nantinya ada tim aparat pengawas internal pemerintah APIP) yang akan menentukan harga sembako tersebut. Apakah betul senilai Rp 200.000 atau kurang. Setelah itu baru kekurangannya dibayar.

Dikatakannya, itu merupakan bukti kehadiran pemerintah dalam mengatasi krisis karena wabah tersebut. Sebab di lapangan banyak muncul protes tentang penerima bantuan tunai dari masyarakat. Sehingga mereka yang tidak ter-cover ditampung, dicek silang ke rumah dan desa apakah betul mereka miskin dan tidak masuk dalam berbagai program bantuan.

Selain itu juga menindaklanjuti perintah Gubernur agar pemudik yang ter-PHK, pelaku usaha mikro yang terpaksa tidak bisa berjualan, dan mereka menggantungkan diri pada mata pencaharian harian itu untuk makan. Mereka harus dibantu.

Bupati Juliyatmono mengatakan secara umum warga tidak ada yang sampai tidak bisa mengakses sembako karena dampak wabah ini, dan semua terperhatikan baik oleh lingkungan maupun pemerintah. Basuki masih mengharapkan bantuan dari Pemprov Jateng yang hingga detik ini belum terkucurkan ke pemda di daerah.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan