Awas, Residivis Incar HP Anak-anak Bersepeda Motor

0
pencurian-hp-klaten

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Orang tua harus ekstrahati-hati melepas anaknya yang masih belia pergi dengan sepeda motor dan membawa handphone. Bisa jadi mereka menjadi incaran perampas HP yang berkeliaran mencari mangsa.

Itulah yang dialami Mujiono Saputra (15) warga Dukuh Koripan RT 02 /RW 02, Desa Cetan, Kecamatan Ceper, Klaten. Saat bersepeda motor dengan temannya bernama Abu Rizal Bakri, tak sadar keduanya dikuntit dua recidivis yang mengincar handphonenya.

‘’Kami menangkap residivis yang baru bebas Januari 2020 lalu, karena melakukan perampasan handphone. Mereka mengintai anak-anak yang jalan-jalan naik sepeda motor dan bawa HP. Satu pelaku ditangkap dan 1 masih DPO,’’ kata Kapolsek Pedan, AKP Damin didampingi Kasubbag Humas Iptu Nahrowi di Mapolres Klaten.

Tersangka Dafit Andriyanto (25) merupakan recidivis yang sudah dua kali masuk bui karena kasus pencurian HP. Pertama dia ditangkap karena mencuri HP di Solo, kedua mencuri HP di Klaten. Januari 2020, baru dia bebas dari Lapas Klaten setelah dihukum 9 bulan penjara. Kini dia terancam kembali ke sana.

Dafit bertemu Joko, Rabu 13 Mei 2020 pukul 08.30 Wib di rumah kakaknya, di Dukuh Gumantar, Tanjung, Juwiring, Klaten. Joko bilang sedang butuh uang untuk membayar hutang dan dia mengajak mencuri HP orang yang sedang jalan-jalan habis subuh.

Keesokan harinya, mereka berboncengan naik Honda Beat AD-4726-APD milik Dafit untuk mencari sasaran di daerah Kurung, Ceper. Mujiyono dan Abu Rizal Bakri yang sedang memegang HP menjadi sasaran empuk, karena masih anak-anak dan culun.

Korban dibuntuti sampai depan counter HP Semar di selatan SMK N 1 Pedan, kemudian dipepet, disuruh berhenti dan dituduh maling. Korban yang ketakutan pun diajak pergi. Dafit mengendari motor korban memboncengkan Abu, Joko memboncengkan korban dengan sepeda motor Dafit.

Mereka menuju Jalan Pedan-Juwiring, Kedungan, Pedan yaag sepi. Di situ, HP dirampas dan dibawa kabur oleh Dafit.

Korban ditinggalkan dan kunci motornya dibuang agar tidak bisa mengejar. Setelah pulang, korban bersama orang tuanya melaporkan Ke Polsek Pedan.

‘’Kami berhasil menangkap Dafit, sedangkan Joko berhasil melarikan diri. Tersangka melanggar pasal 363 ayat 1 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,’’ tegas Kapolsek Damin. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan