Terlilit Utang, Ibu RT Nekat Gasak 130 Gram Emas Milik Tetangga

curat-kebonarum-klaten

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Hati-hati bila menyimpan barang berharga, jangan sampai diberitahukan kepada orang lain termasuk tetangga sendiri. Seperti yang dialami Ny Sri Widodo (58) warga Dukuh Dawe, Desa Pluneng, Kecamatan Kabonarum, Klaten.

Rumahnya digasak pencuri yang ternyata tetangganya sendiri. Saat bingung karena terlilit utang, Tryas Rahayu (38) mencuri, karena secara tak sengaja korban menceritakan dimana dia menyimpan barang berharganya.

“Pelaku terinspirasi saat rumah korban kemalingan uang Rp 20 juta, sepekan sebelumnya. Saat itu, pelaku sedang belanja di situ mendengar korban bilang, untung emas-emasan yang diatas rak tidak dicuri. Dia jadi tahu tempat korban menyimpan emas,” kata Kapolsek Kebonarum, AKB Suyadi didampingi Kasubbag Humas Iptu Nahrowi di Mapolres Klaten.

Pencurian itu terjadi saat korban berjualan sayuran di Pasar Kraguman. Sekitar jam 06.00, anaknya Panji melihat rumahnya berantakan dan pintu rumah belakang tidak terkunci.

Dia menyusul ibunya ke pasar untuk memberi tahu. Setelah dicek, perhiasan yang disimpan dalam kaleng di rak tempat jualan sudah raih. Korbanpun melapor polisi.

“Saat cek TKP, unit Reskrim Polsek Kebonarum dan Resmob Polres Klaten menemukan jejak sepatu pelaku di dekat rumah. Dari rekaman CCTV gereja juga tampak pelaku mondar mandir di situ. Berbekal petunjuk itu, kecurigaan tim mengarah pada pelaku,” kata Suyadi.

Pukul 12.00 WIB, tim melakukan penangkapan pelaku yang tinggal di Dukuh Samberan, Desa Pluneng, dan langsung diperiksa.

Pelaku yang bertugas sebagai bendahara itu pun mengaku terpaksa mencuri karena terlilit utang, karena uang nasabah dipakai sekitar Rp 20 juta.

Waktu anak korban nongkrong, pelaku pinjam sepeda motor untuk ambil sepatu olahraga. Tanpa curiga, kunci yang menyatu dengan kunci rumah diserahkan.

Tahu ada kunci rumah, pelaku pun mendatangi rumah korban. Dia masuk lewat pintu depan, kemudian membuka pintu belakang dan keluar lagi lewat pintu depan.

Kemudian, sepeda motor dikembalikan dan pelaku jalan kaki ke rumah sasaran. Dia pun menuju tempat penyimpanan emas. Setelah dapat, dia kabur lewat pintu belakang.

Dia pulang dan mengajak suaminya ke Pasar Bringharjo untuk menjual emas total seberat 130 gram.

Semua laku Rp 40 juta, tapi saat ditangkap uang tinggal tersisa Rp 36,4 juta. Yang Rp 3 juta sudah digunakan untuk beli sembako, Rp 600 ribu dikasih orang di pinggir jalan. Kini uang dan surat-surat emas diamankan sebagai barang bukti.

“Pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Kejadiannya Minggu 17 Mei 2020 sekitar pukul 04.30 WIB, dan dilaporkan ke Mapolsek sekitar pukul 08.00 WIB, pukul 12.00 pelaku ditangkap,”kata dia.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan