Penghujung Ramadan LAPAAN RI Bagikan 2.000 Paket Beras dan Sembako untuk Warga dan Panti Asuhan

0
BERBAGI- Ketua Umum LAPAAN RI Jateng, BRM Kusumo Putro SH MH (kaus putih-red) membagikan beras kepada warga yang terdampak covid-19 di Perum Griya Kuantan, Gonilan, Kartasura, Jumat (22/5). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO,suaramerdekasolo.com– Kepedulian sosial untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak covid-19 menjadi fokus utama bagi Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (LAPAAN) RI di penghujung bulan suci ramadan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan Ketua Umumnya BRM Kusumo Putro SH MH tersebut, Jumat (22/5) pagi, secara bersamaan membagikan beras di 15 titik baik di wilayah Solo, Sukoharjo dan Boyolali.

Adapun jumlah paket berupa beras yang dibagikan kepada masyarakat yang terdampak covid-15 dan warga yang membutuhkan ada sebanyak 2.000 paket. Ribuan paket tersebut didistribusikan di beberapa posko maupun diserahkan secara langsung kepada masyarakat yang tentunya sudah didata oleh pengurus LAPAAN RI Jateng.

”Ada 2.000 warga yang kami data mendapatkan paket beras masing-masing tiga kilogram,” jelas Kusumo Putro disela membagikan beras kepada warga di tempat tinggalnya di Perum Griya Kuantan, Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, Jumat pagi.

Kepedulian sosial dengan berbagi untuk sesama yang dilangsungkan pada Jumat kemarin, kata Kusumo, merupakan langkah nyata untuk meringankan beban masyarakat akibat pandemi covid-19.

Sedekah di bulan ramadan kali ini, lanjut dia, dilakukan secara berbeda dengan tahun sebelumnya. ”Tujuh tahun sebelumnya, kami berbagi dipusatkan di suatu tempat saja. Namun dalam berbagi untuk yang ke delapan kali di tahun ini, kami lakukan di berbagai tempat untuk mematuhi imbauan pemerintah yakni social distancing,” terangnya.

Sedekah ramadan bertajuk ”Berbagi dengan Sesama itu Indah” yang tersebar di 15 titik dan penyerahan paket sembako di empat Panti Asuhan, lanjut Kusumo, sebagai wujud nyata dalam membantu masyarakat mesti tidak seberapa.

Seorang warga Gonilan, Kartasura, Didik (37) yang di-PHK di salah satu pabrik plastik di Grogol, Sukharjo, merasa berat setelah tidak bekerja.

Hal itu membuat dia harus mengais rejeki dengan apa yang bisa dikerjakan. ”Setelah tidak bekerja sejak terjadinya covid-19, saya kadang menjadi juru parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” urainya.

Adanya kepedulian dari LAPAAN untuk memberikan beras, lanjut dia, sangat bermanfaat sekali. Sebab setelah mengganggur, tidak ada pendapatan yang pasti. Karena menjadi juru parkir kalau ada yang mengajak. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan