Pemerintah Kebut Penyaluran Bantuan Sosial Tunai

0
bantuan-mensos-solo
Menteri Sosial Juliari P Batubara didampingi Wali Kota FX Hadi Rudyatmo berbincang dengan para penerima bantuan sosial tunai, ketika mencek penyaluran bantuan tersebut di Kelurahan Jagalan Solo, Kamis (21/5). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdeksolo.com – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara cek penyaluran bantuan sosial tunai bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Jagalan Solo, Kamis (21/5). Hal yang sama dilakukan di Kabupaten dan Kota Semarang, sebelumnya.

Pengecekan dilakukan bersama Direktur Utama PT Pos dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah serta masing-masing bupati/wali kota setempat.

Menurut Mensos, pengecekan itu penting untuk memastikan apakah bantuan sosial tunai itu sudah sampai ke tujuan dan tepat sasaran atau tidak.

“Di sini, kita mau melihat langsung, apakah bantuan sudah disalurkan ke masyarakat apa belum, wong uangnya sudah dibagikan pemerintah,” kata Juliari didampingi Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

Dalam kesempatan itu, secara simbolis Mensos menyerahkan bantuan. Target penyaluran bantuan sosial tunai pada 8,3 juta kepala keluarga di berbagai wilayah di Indonesia itu sebelum lebaran.

Menurut Mensos, saat ini sudah ada 5 juta kepala keluarga mendapat penyaluran bantuan sosial tunai. “Makanya kami kebut dalam dua tiga hari ini supaya masyarakat bisa menerima sebelum lebaran,” ucapnya.

Sementara itu terkait adanya dugaan kemunculan data ganda penerima, Mensos mengaku menyerahkan sepenuhnya verifikasi pada pemerintah daerah masing-masing. Sebab, menurut dia, pemerintah daerah yang lebih paham dengan kondisi di daerah masing masing.

”Penyaringan kami serahkan di daerah masing-masing. Sebab mereka yang paham dan dapat memverifikasi warganya. Sehingga kami harapkan bantuan lebih tepat sasaran. Kalau kami mendata sendiri, nanti malah kacau, tumpang tindih dengan data pemda,” ujarnya.

Meski penyaluran bantuan sosial tunai dari Kemensos bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, lanjut dia, namun sebagian penyaluran juga dilakukan melalui kantor kelurahan dan atau desa.

”Untuk komunitas tertentu kami buatkan tenda penyaluran,” jelasnya.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo mengatakan, Pemkot Surakarta telah melakukan verifikasi calon penerima bantuan sosial tunai.

Dengan demikian, jika ada warga yang mampu mendapatkan bantuan, maka akan dialihkan pada yang lebih membutuhkan. Dan kalau ada data ganda, bantuan tidak diberikan, tapi dialihkan pada yang belum dapat bantuan.

Masing-masing KPM menerima Rp 600.000 per bulan.

“Saya meminta agar warga menggunakan bantuan dana secara bijak. Uangnya harus digunakan secara bijak, jangan malah untuk beli pulsa atau rokok, atau baju baru,” tandasnya.(Vladimir Langgeng) 

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan