Resmi, Salat Idul Fitri di Masjid Ageng Boyolali Ditiadakan

0
masjid-ageng-boyolali
FOTO/jatengprov.go.id

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Boyolali tidak menggelar salat Idul Fitri, di Masjid Ageng Boyolali seperti Lebaran tahun sebelumnya.

Pengurus masjid juga diimbau tidak mengadakan salat Ied di masjid dan tempat lapang.

Menurut Asisten Administrasi Umum Sekda Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, hal itu dilakukan mengingat kasus Covid-19 di Boyolali masih cukup tinggi. Sehingga kegiatan yang melibatkan kerumuman massa masih perlu dihindari.

Masyarakat diharapkan melaksanakan sholat Idul fitri di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

“Tujuannya, agar penularan virus corona dapat dicegah,” kata Wiwis yang membacakan surat edaran Sekda Boyolali, Masruri.

Pihaknya juga mengajak tokoh keagamaan islam, tokoh masyarakat turut menyebarluaskan tausiyah MUI Jateng. Sebab dalam tausiyah MUI Jateng dijelaskan panduan pelaksanaan Salat Idul Fitri dan khutbah singkat kepada seluruh umat Islam.

Panduan tersebut dianjurkan bagi setiap imam yang hendak melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah secara berjamaah bersama keluarga.

Salat ied dimulai dari membaca niat shalat, mengucapkan takbiratul ihram, baca takbir tujuh kali, baca surat Al-Fatihah dan surat pendek yang dihafal, disunnahkan surat Al-A’la, ruku’, sujud dan pada rakaat kedua kembali bacakan takbir lima kali.

“Imam bisa menggunakan ayat pendek untuk memimpin shalat Id. Jadi umat tidak perlu khawatir mengenai tata cara ibadah salat Ied. Setiap kepala keluarga pasti bisa menjadi imam.”

Tak hanya kegiatan salat ied saja yang ditidakan, kegiatan open house bupati yang biasanya digelar usai salat Ied juga ditiadakan.

Begitu juga open house sesepuh Boyolali Seno Kusumoarjo, lebaran kali ini tidak diadakan.

“Intinya, kita tetap mematuhi anjuran pemerintah pusat untuk melaksanakan social distancing dan physical distancing guna memutus penyebaran Covid-19. Mudah- mudahan Covid-19 segera berlalu.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan