Soal Izin Salat Ied : Aliansi Umat Islam Dukung Bupati Karanganyar, Kecam Gubernur Ganjar

1
kecam-gubernur-ganjar
Orasi AUIK – Para pengurus Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK) mengadakan orasi mendukung kebijakan Bupati Karanganyar yang mengizinkan shalat Ied dan mengecam Ganjar yang melarang. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK) yang terdiri dari berbagai elemen organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI), Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Tabligh, pondok pesantren dan lainnya berorasi memberikan dukungan atas keputusan Bupati Karanganyar Juliyatmono soal izin salat Ied bagi umat Islam Karanganyar pada 1 Syawal mendatang.

Mereka juga menyatakan dukungan untuk Bupati agar tetap konsisten pada kebijakannya itu, dan sebaliknya mereka mengecam sikap Gubernur Ganjar Pranowo yang menyesalkan kebijakan Bupati Juliyatmono tersebut serta berharap keputusan itu diubah.

Fadlun Ali, Koordinator AUIK bersama sejumlah pengurus dan sekitar 100-an anggota masyarakat mengadakan alat Jumat di bekas lokasi Masjid Agung yang akan segera dibangun lagi.

Setelah itu mereka berorasi dan membacakan pernyataan sikap dukungan itu.

Mereka juga memasang spanduk dukungan itu di sekeliling Alun-Alun yang akan dipakai salat dengan khatib/imam Bupati Juliyatmono.

Dalam pernyataan sikap itu mereka menilai selama ini ada sikap mendua yang ditunjukkan pemerintah dalam menghadapi Covid-19 ini.

“Di satu sisi ada pelonggaran transportasi, pasar, mal, supermarket, tempat hiburan, namun di sisi lain pemerintah melarang umat beribadah di masjid. Seakan menuduh masjid biang penyebaran virus,” tegas Fadlun Ali.

“Padahal semestinya dengan adanya wabah ini, umat diajak semakin dekat dengan Allah, semakin tekun beribadah, jamaah ke masjid, tadarus, mendengarkan taklim, walaupun harus tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

AUIK dalam masalah Covid-19 ini tetap mendukung seruan MUI untuk salat berjamaah di masjid bagi wilayah yang masuk zona merah dan wabah Covid-19 belum terkendali.

Namun bagi wilayah yang sudak bisa mengendalikan virus ini seyogyanya diperbolehkan salat di masjid atau di tanah lapang dengan menjaga protokol kesehatan.

Berdoa Bersama

Sebelumnya diberitakan, kebijakan Bupati Karanganyar yang memberikan izin salat Ied karena wabah sudah terkendal.

Daerah yang menjadi titik penyebaran virus sudah diketahui dan terkendali, cenderung stagnan dan menurun. Karena itu sangat setuju jika diizinkan.

Sebaliknya AUIK mengecam surat pernyataan Gubernur Ganjar yang meminta agar kebijakan Bupati Karanganyar itu dikoreksi dan mencabut izin boleh mengadakan salat Ied tersebut.

Seraya berdoa kepada Allah agar wabah segera diangkat dari bumi Indonesia, AUIK meminta pemerintah agar konsisten menegakkan aturan soal Covid-19 tersebut.

Mendukung Bupati Karanganyar untuk tetap konsisten dengan kebijakan tersebut.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

1 KOMENTAR

  1. Ialah kalkan semua pinter tapi ngak mantep,,,mari kita berbahagi dikit,,,Allah kata jauhilah mara bahaya dan kita sebagai manusia d kaei akal fikiran,,,mal buka maka ada aturanya ketika mau masuk mal,,tapi jika engak ke mal d mana kita mau dapat kebutuhan harian dan bisa mati kebulur jadi satu lagi masalah,,menjaga nyawa hukimnya wajib dalam islam kerana nyawa milik Allah yg titip kan kepada manusia supaya d jaga sesuai amanah d beri Allah,,,jika ngak ke masjid solat adakah gugur kewajipan solat,,,pasti aja ngak gugur kerana kewajip solat itu ngak mungkin gugur selagi kita ngak gila dan lain2 alasan menepati syarak,jika hadir solat ke masjid musola kita ngak tahu adakah temen2 kita sejemaah telah tertular atau ngak,,,bila mana pemerintah yg mendapat kemasukan maklumat daripada pakar2 kesihatan membuat kebijakan melarang solat d masjid dan musola jika kita langar maka jika tertular virus dan mati is setaraf aja bunuh diri,,para kiai pasti tau apa hukumunuh diri,,,jika mereka ke musola kerna kalian2 semua maka dosa2 bunuh diri ini kalian lah akan tangung nya,,usah bimbang dan ragu neraka Allah pasti ngak pernah kurang ruang

Tinggalkan Balasan ke MOKHTAR MOHAMED NOR Batalkan balasan