Taman Satwa Waduk Gajahmungkur Tak Perlu Jual Tiket

Taman-Satwa-Waduk-Gajahmungkur-Wonogiri
MEMBERI MAKAN : Seorang pawang memberi makan gajah di Taman Satwa Waduk Gajahmungkur Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Semua obyek wisata di Kabupaten Wonogiri tetap ditutup selama masa darurat wabah virus corona (Covid-19).

Demikian juga dengan Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) beserta Taman Satwanya.

Meski demikian, OWSA-WGM belum perlu menjual tiket untuk membiayai pakan dan perawatan satwanya. Sebab, anggaran untuk pemeliharaan satwa dari APBD Wonogiri masih cukup.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, perawatan satwa sudah menjadi tanggung jawab Pemkab.

“Itu sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk merawat satwa. Belum perlu menjual tiket yang bisa dipakai sampai tahun depan untuk membiayai satwa,” katanya, baru-baru ini.

Terpisah, Kepala UPT Obyek Wisata Kabupaten Wonogiri, Pardiyanto mengatakan, anggaran untuk pemeliharaan satwa masih cukup.

“Anggaran-anggaran lainnya memang kena refokusing (masa darurat Covid-19). Tapi khusus untuk pemeliharaan satwa, tetap, tidak ada pemotongan. Anggaran untuk pemeliharaan satwa di OWSA-WGM tahun ini sebesar Rp 200 juta ,” katanya, Sabtu (23/5).

Menurutnya, OWSA-WGM berbeda dengan Taman Satwa Taru Jurug Solo yang terpaksa menjual tiket untuk membiayai perawatan satwanya.

“Jurug statusnya BUMD. Sedangkan kami (OWSA-WGM) UPT, sehingga pemeliharaannya masih dibiayai APBD. Lagi pula, kalaupun harus menjual tiket, uangnya tidak bisa langsung dipakai. Tapi harus masuk ke kas daerah dulu,” terangnya.

OWSA-WGM selama masa lebaran ini masih tutup. Akibatnya, potensi pendapatan yang hilang ditaksir mencapai Rp 2 miliar. “Selama Gebyar Lebaran tahun lalu, pendapatnya bisa mencapai Rp 2 miliar,” imbuhnya.

Obyek wisata lain yang dikelola Pemkab maupun swasta di kabupaten Wonogiri juga tidak menerima pengunjung.

” Tidak menerima pengunjung sesuai instruksi pemerintah,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan