Beranda GAYA HIDUP WISATA Selama Lebaran Potensi Pendapatan Wisata Wonogiri Hilang Rp 2,5 Miliar, Akibat...

Selama Lebaran Potensi Pendapatan Wisata Wonogiri Hilang Rp 2,5 Miliar, Akibat Pandemi Covid-19

pariwisata-wonogiri
MEMBERI MAKAN : Sejumlah pengunjung memberi makan rusa di Taman Satwa Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, tahun lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Akibat wabah virus corona (Covid-19) ini, hilangnya potensi pendapatan sektor pariwisata Pemkab Wonogiri selama masa lebaran ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.

Pasalnya, semua obyek wisata, baik yang dikelola Pemkab maupun swasta ditutup.

Kepala UPT Obyek Wisata Kabupaten Wonogiri, Pardiyanto mengatakan, obyek wisata yang paling banyak kehilangan potensi pendapatan adalah Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM).

Hal itu karena pendapatan selama lebaran di tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 2 miliar.

“Selama Gebyar Lebaran tahun lalu, pendapatan wisata Waduk Gajahmungkur bisa sampai Rp 2 miliar,” katanya, baru-baru ini.

Adapun obyek wisata yang dikelola Pemkab, antara lain OWSA-WGM, air terjun Girimanik Setren di Kecamatan Slogohimo, Pantai Sembukan Paranggupito, Museum Karst Indonesia, dan obyek wisata minat khusus air terjun Kahyangan di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo.

“Kalau total potensi pendapatan yang hilang dari obyek wisata milik Pemkab, jumlahnya bisa sampai Rp 2,5 miliar,” terangnya.

Selain itu, obyek-obyek wisata yang dikelola swasta di kabupaten tersebut juga tidak menerima pengunjung. Seperti puncak Joglo dan Watu Cenik di Desa Sendang, obyek wisata Soko Langit di Desa Conto, Pantai Nampu Paranggupito di Desa Gunturharjo dan sebagainya.

“Semua obyek wisata tutup seperti imbauan pemerintah, tidak menerima pengunjung,” ujarnya.

Di sisi lain, ketersediaan pakan untuk Taman Satwa Waduk Gajahmungkur masih tercukupi.

Pasalnya, biaya pakan dan perawatan satwa masih ditanggung Pemkab melalui APBD. Adapun anggaran yang diperlukan untuk pemeliharaan satwa mencapai Rp 200 juta per tahun.

“Pakan masih tercukupi. Semua satwa juga dalam keadaan sehat, sehingga kami tidak perlu menjual tiket untuk membiayai pemeliharaan satwa,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan