Anggaran Penanganan Covid-19 Pemprov Rp 2,2 Triliun Baru Terpakai 10 Persen

0
bantuan-dprd-jateng
SERAHKAN BANTUAN – Sumanto menyerahkan banrtuan APD untuk Karanganyar. Bantuan serupa diserahkan ke 35 Puskesmas di Jateng. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com –  Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jateng Sumanto mengakui dana untuk pencegahan Covid-19 Pemprov Jateng yang dialokasikan Rp 2,2 triliun baru terserap sekitar 10 persen saja. Karena itulah DPRD terus memacu Pemprov Jateng untuk segera mengalokasikan dana tersebut jangan terkesan berlambat-lambat.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi II DPRD Jateng Sumanto yang bersama Achmad Yunus memberikan sumbangan APD (Alat Pelindung Diri) ke seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Karanganyar, Rabu. Acara dihadiri Kadinkes Purwati dan Dirut RSUD Karanganyar Cucuk Heru Kusumo.

Bantuan itu diserahkan ke seluruh kabupaten/kota di Jateng dari anggaran Covid-19 Pemprov Jateng tersebut. Sumanto mengatakan, setelah sumbangan ini akan disusul sumbangan lain, termasuk untuk pemulihan dampak ekonimis yang memang jauh lebih berat dibandingkan yang diperkirakan.

‘’Kami memang terus akan mendesak Pemprov untuk segera mengalokasikan dana tersebut. Agar rakyat segera bisa merasakan pulihnya Covid-19 ini. Dan ini perlu koordinasi dengan pemda-pemda karena untuk membantu mereka agar tidak salah sasaran.’’

Anggaran itu masih mungkin ditambah karena APBD Provinsi ada sekitar Rp 28 triliun dan baru dilakukan refocusing Rp 2,2 triliun saja. DPRD akan melihat perkembangannya, jika memang perlu ditambah maka akan dilakukan refocusing lagi.

Apakah tidak terkesan terlambat ? Cucuk Heru Kusumo Dirut RSUD Karanganyar mengatakan, jika dilihat momennya memang ada kesan bantuan Pemprov ini terlambat. Namun dari sisi proses kejadian yang memang masih panjang memang tidak ada kata terlambat. Sebab kebutuhan APD terus diperlukan untuk tenaga kesehatan.

Sumanto mengatakan, karena itulah Pemprov harus sering-sering berkomunikasi dengan daerah agar segera bisa dikucurkan bantuan yang benar bagi terdampak wabah corona ini. Baginya tidak ada kata terlambat sepanjang koordinasi terus dilakukan.

Ditanya tentang kemungkinan muncul klaster baru akibat adanyaperlakuan yang lebih terbuka tentang new normal dari pemerintah ini, Sumanto mengatakan, jika urusan diserahkan ahlinya, dokter yang ngomong tentang covid ini, ahli virus yang berkomentar, maka semuanya akan baik-baik. Selama ini terlalu banyak orang di luar kesehatan yang mengomentari covid ini.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan