DKK Karanganyar Targetkan 500 Orang Ikuti Rapid Test

rapid-test-karanganyar
RAPID TEST : Salah satu karyawan Amigo Karanganyar diambil sampel darahnya, saat mengikuti rapid test yang dilakukan oleh petugas DKK Karanganyar, Rabu (27/5). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar melakukan rapid test dengan sistem acak, ke sejumlah lokasi keramaian.

Rabu (27/5), tes cepat dilakukan di delapan lokasi, yakni Pasar Gondangrejo untuk 30 orang, Palur Plaza 30 orang, Indogrosir 40 orang, Mitra Swalayan Karanganyar 25 orang, Amigo 25 orang, Pasar Jambangan 30 orang, Pasar Jumapolo 20 orang dan Pasar Jumantono 20 orang.

Sebelumnya, pada 22 dan 23 Mei, DKK menggelar rapid test di sejumlah lokasi, dengan total orang yang dites sebanyak 222 orang.

Plt Kepala DKK Karanganyar Purwanti mengatakan, di pusat perbelanjaan, rapid test diutamakan untuk karyawan atau kasir yang bersentuhan dengan uang. Sedangkan di pasar, sasaran tes adalah pedagang dan pengunjung pasar.

“Kami targetkan 500 orang yang di-rapid test. Untuk pelaksanaan 22 dan 23 Mei, semuanya non reaktif. Sedangkan yang pelaksanaan 27 Mei, hasilnya belum dilaporkan,” katanya.

Dikatakannya, rapid test tetap dilaksanakan, sebagai langkah antisipatif mencegah penyebaran Covid-19. Meskipun di Karanganyar, dalam beberapa hari terakhir, tidak ada penambahan kasus positif Covid-19.

“Tapi masih ada sembilan pasien dalam pengawasan (PDP), yang hasil tes SWAB-nya belum keluar. Jadi tetap waspada,” tuturnya.

Dia menambahkan, jika masyarakat menginginkan rapid test secara mandiri, bisa dilakukan di beberapa rumah sakit. Antara lain RSUD Karanganyar, RS PKU Muhammadiyah, RS Jati Husada dan RS Jafar Medika.

Sementara itu, pantauan di Amigo Karanganyar, beberapa karyawan diambil sampel darahnya untuk dicek dengan alat deteksi.

Dua petugas dari DKK, dengan mengenakan pakaian hazmat dan alat pelindung diri (APD) lengkap, mengambil satu persatu sampel darah dari karyawan. Mereka juga ditanya riwayat perjalanan selama beberapa waktu terakhir.

Manajer Amigo Karanganyar Agus Dwi Haryanto mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di toko.

“Pengunjung dicek suhu tubuh, setiap akan masuk toko. Tangan juga disemprot hand sanitizer. Untuk pembayaran di kasir, diberi jarak 1 meter. Karyawan juga wajib menjalankan protokol kesehatan. Jika merasa sakit, maka diliburkan untuk meminimalisir risiko,” jelasnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan