Mall, Pasar, Tempat Ibadah akan Dilonggarkan, Penerapan New Normal di Solo

0
kapolres-surakarta
FOTO DIRI : Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Kesiapan Pemerintah Pusat dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal juga bakal diikuti pemerintah daerah.

Kebijakan pemerintah untuk melonggarkan PSBB atau rencana hidup berdamai dengan covid-19 itu, Polresta Surakarta mulai ancang-ancang mendukung program tersebut.

Saat dikonfirmasi Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai menjelaskan, terkait kesiapan program pemerintah tersebut sudah dirapatkan dengan Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dan jajaran Forkompimda.

Baca : Suasana Terkini Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta Lengang, Segelintir Penumpang Masuk Terminal

“Berdasar hasil rapat, rencananya, akan ada beberapa kegiatan masyarakat yang diaktifkan lagi. Seperti pusat perekonomian, tempat ibadah dan yang lainnya,” tegas Andy Rifai, Rabu (27/5).

Dalam mempersiapkan itu, lanjut Kapolresta, tentunya akan ada personel ditempatkan di sejumlah lokasi yang dilonggarkan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat. ”Kami bertugas membantu menertibkan masyarakat agar wajib mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas seperti biasa,” tandas mantan Kapolres Sukoharjo dan Kapolres Kudus itu.

Hanya saja, perwira menengah berpangkat melati tiga itu masih mendata lebih rinci berapa jumlah personel yang akan ditempatkan di pusat perekonomian, tempat ibadah atau tempat lainnya. Jumlah personel, kata Kapolresta, akan disesuaikan dengan objek yang mulai menjalani aktivitas secara normal.

Baca : H+2, Kapolda Pantau Penyekatan Arus Balik di Tol Kalikangkung

“Yang pasti kita tempatkan personel di beberapa titik seperti pasar, mall, dan toko-toko. Nanti modelnya stay atau dengan hanya disambangi, akan kita lihat dulu. Kalau perlu kehadiran petugas, ya kita plot di tempat tersebut,” terangnya.

Dalam menjalankan tugas, Andy Rifai menekankan kepada masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan lainnya. Hal itu sebagai langkah penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, meski penerapan new normal dijalankan.

“Penekanan kita, masyarakat wajib disiplin diri. Selama mematuhi protokol, mudah-mudahan kita bisa mencegah penyebaran wabah covid-19 di sejumlah tempat yang akan mulai dilonggarkan,” jelasnya.

Baca : Nekat Beraksi di Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Pencuri HP Harus Jalani Masa Karantina

Meski pemerintah pusat akan menerapkan tata kehudupan baru atau new normal, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memperpanjang masa berlaku kejadian luar biasa (KLB) covid-19 (corona) hingga tanggal 7 Juni 2020.

Sebelumnya, tahap KLB covid-19 di Kota Solo berakhir pada, Jumat 29 Mei 2020. (Sri Hartanto)

Baca : Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Laut Selatan, Air Laut Masuk Perkampungan

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan