Toserba dan Pasar Wonogiri jadi Jujugan Rapid Test di Wonogiri

rapid-test-wonogiri
APID TEST : Petugas melakukan rapid test terhadap sejumlah pedagang Pasar Kota Wonogiri, Rabu (27/5). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri menggelar rapid test di sejumlah ruang publik dan tempat keramaian, Rabu (27/5). Beberapa di antaranya telah dilaksanakan di Pasar Kota Wonogiri dan Toko Serba Ada (Toserba) Baru Wonogiri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma menerangkan, di Pasar Kota Wonogiri, tim melakukan rapid test terhadap 40 pedagang dan pengunjung yang dipilih secara acak. Adapun di Toserba Baru, tim melakukan rapid test terhadap 30 orang karyawan Toserba.

Baca : Wonogiri Zero Covid-19, Pasien Sembuh Bertambah Satu

Rapid test di tempat-tempat umum itu dilaksanakan sesuai instruksi pemerintah. Hasil rapid test sudah bisa diketahui hanya dalam hitungan menit. Namun, hasilnya untuk saat ini hanya boleh diketahui oleh tim dan orang yang bersangkutan. “Hasil rapid test tidak dipublikasikan. Hanya diberitahukan kepada yang bersangkutan melalui telepon,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing mengungkapkan, rapid test secara massal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi suasana lebaran yang banyak pemudik. “Lebaran ini banyak pemudik. Rapid test dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona,” katanya.

Operasional Manager Toserba Baru Wonogiri, Tanto Satriyo mengaku senang dengan adanya rapid test. Pihaknya setiap hari sebenarnya sudah melakukan pengecekan kepada para karyawan. “Kalau ada karyawan yang suhunya tinggi langsung kami minta periksa kesehatan. Pernah ada, ternyata cuma sakit tipus. Sekarang sudah sembuh dan masuk lagi,” ujarnya.

Baca : DKK Karanganyar Targetkan 500 Orang Ikuti Rapid Test

Jika ada karyawan yang menunjukkan hasil reaktif setelah rapid test, pihaknya meminta yang bersangkutan untuk mengikuti protokol kesehatan seperti yang diterapkan tim medis.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo menerangkan, rapid test dilakukan kepada 500 orang yang diambil secara acak sebagai sampel. Rapid test dilakukan di wilayah kota dan kecamatan dengan mobilitas atau kepadatan tinggi. Antara lain Wonogiri kota, Kecamatan Ngadirojo, Jatisrno, Purwantoro, Pracimantoro, dan Baturetno.

Baca : Anggaran Penanganan Covid-19 Pemprov Rp 2,2 Triliun Baru Terpakai 10 Persen

Pihaknya berharap punya data statistik epidemiologi, sehingga dapat dijadikan panduan dalam melakukan antisipasi. “Kami tidak ingin lengah. Pandemi Covid-19 belum berakhir. Perlu memperkuat sikap perlindungan diri sebagai tata nilai,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Baca : Mall, Pasar, Tempat Ibadah akan Dilonggarkan, Penerapan New Normal di Solo

 

Tinggalkan Pesan