Boyolali Belum Pikirkan New Normal

new-normal-boyolali
BAGI MASKER: Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 wilayah Kecamatan Musuk membagikan masker kepada pengendara motor.(suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Boyolali masih menerapkan status tanggap darurat Covid-19. Praktis belum melakukan persiapan terkait wacana pelaksanaan new normal di masa pandemi Covid-19.

Menurut Sekda Boyolali, Masruri hal itu mengingat masih banyaknya kasus Covid 19 di Boyolali. Dari 23 kasus kumulatif Covid-19, 10 di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Saat ini Boyolali masih menerapkan status tanggap darurat yang berakhir pada 31 Mei mendatang. Pemkab belum akan merencanakan new normal (normal baru) dalam waktu dekat. Status masih tanggap darurat seperti bulan-bulan lalu.

“New normalnya kalau sudah pasti baru kita siapkan,” katanya.

Dijelaskan, pihaknya akan memperpanjang status tanggap darurat Covid 19 ini selama satu bulan ke depan. Selanjutnya pada bulan berikutnya akan dilakukan evaluasi terkait pelaksanaan tanggap darurat terlebih dahulu.

“Hari ini kita kaji dulu. Hari Jumat (29/5) mungkin SK (Surat keputusan) Bupati tentang tanggap darurat kita terbitkan.”
Ditambahkan, ditengah tingginya kasus Covid-19 ini pihaknya lebih mengutamakan hal-hal terkait kesehatan masyarakat. Jika penerapan new normal dipaksakan pada saat Covid-19 masih tinggi, maka berdampak bahaya terhadap siswa-siswi yang akan mulai beraktivitas kembali di sekolah, demikian halnya aktivitas aparatur sipil negara (ASN).

“Sebagian ASN Masih WFH (Work from Home). Pegawai-pegawai kalau dirumah tidak bersinggungan dengan teman-temannya mungkin ya kesehatannya lebih terjamin,” kata Masruri.

Kendati, sebagian ASN berkerja dari rumah namun tak berpengaruh terhadap capaian kinerja ASN tersebut.

“Hanya pendapatan daerah dari sektor dan retribusi turun sekitar 20-30 persen dari PAD kita 370 miliar. Atau bisa turun 50 miliaran.”

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jika memungkinkan, lebih baik tetap tinggal di rumah. Namun jika terpaksa keluar rumah, masyarakat diminta mengenakan masker.

“Juga rutin mencuci tangan menggunakan sabun.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Saemun

 

Tinggalkan Pesan