Beranda SUBOSUKAWONOSRATEN KARANGANYAR New Normal di Karanganyar Untuk Bangkitkan Optimisme Masyarakat

New Normal di Karanganyar Untuk Bangkitkan Optimisme Masyarakat

bupati-karanganyar-juliyatmono
FOTO DIRI : Bupati Karanganyar, Juliyatmono (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Kabupaten Karanganyar, secara bertahap, mulai menerapkan new normal. Akses ekonomi hingga pendidikan, akan dibuka agar masyarakat bisa menjalani kewajaran atau kelaziman baru di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengungkapkan, tujuan utama penerapan new normal di Bumi Intanpari lebih kepada membangkitkan harapan dan optimisme masyarakat, agar tidak terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

“Sama-sama memulihkan keadaan, agar masyarakat kembali beraktivitas. Tidak larut dalam kekhawatiran. Karena semua tidak tahu, kapan pandemi ini akan berakhir. Pulihkan semangat, agar tidak terpuruk. Tapi, tentu dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan,” tuturnya.

Protokol kesehatan, akan dijalankan dengan ketat di era kewajaran baru. Cuci tangan dengan sabun, mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, penerapan social and physical distancing, tetap dijalankan secara konsisten.

“Sama-sama, membangkitkan optimisme. Memulihkan psikologis masyarakat,” tuturnya.

Sejak beberapa hari lalu, secara bertahap, proses menuju new normal mulai dijalankan di Karanganyar. Salah satunya dengan mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) sore di sekitar Alun-Alun Karanganyar dan Taman Pancasila buka kembali, meski jam operasionalnya dibatasi.

Di lingkungan Pemkab, personel yang masuk akan ditata pola kerjanya. “Kebijakan work from home kan kan sampai akhir Mei. Setelah itu, nanti bagaimana ketentuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB),” kata Bupati.

Pusat perekonomian, seperti pasar, toko modern maupun kios tradisional, diawasi agar menerapkan protokol kesehatan dalam operasionalnya.

“Pelan-pelan, nanti ke pendidikan. Sekolah akan diatur, mungkin di-shift jam belajarnya. Fasilitas umum lain, juga dibuka. Meski dengan pembatasan. Termasuk fasilitas olahraga, dijaga agar tidak sampai terjadi kerumunan,” jelasnya.

Khusus untuk pedagang, patroli dari Satpol PP akan dilakukan intensif untuk memastikan mereka menjalankan protokol kesehatan.

“Pedagang dan pembeli harus bermasker. Jaga jarak. Jika ketahuan pedagangnya tidak bermasker, akan disanksi. Kartu tanda pengenalnya ditarik, besoknya tidak boleh jualan. Ini untuk menjaga kedisiplinan,” imbuhnya.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi mengatakan, 234 personel akan diterjunkan untuk mem-backup penerapan new normal di Karanganyar.

Selain memantau aktivitas masyarakat, polisi juga akan membantu menyosialisasikan protokol kesehatan di era new normal. “Mengedukasi masyarakat, menyosialisasikan, sekaligus mengawal penerapannya. Perlu ketegasan bersama, agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan di era new normal,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan