Beranda SERBA-SERBI PENDIDIKAN Skenario Disiapkan oleh Pemkab Karanganyar, Penerapan Tunggu Keputusan Pusat

Skenario Disiapkan oleh Pemkab Karanganyar, Penerapan Tunggu Keputusan Pusat

pendidikan-karanganyar
TELECONFERENCE – Bupati Juliyatmono saat teleconference dengan Gubernur Ganjar Pranowo.(suaramerdekasolo.com/Joko DH)

*Penerapan Wacana Siswa Kembali Masuk Sekolah Selama New Normal

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pemkab Karanganyar menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terkait penerapan wacana siswa kembali masuk sekolah di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Beberapa skenario sudah disiapkan untuk disimulasi, jika Kemendikbud mengizinkan hal itu bisa dilakukan. Namun jika tidak ada izin dari Kemendikbud, maka skenario simulasi kemungkinan akan diterapkan saat tahun ajaran baru.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, Pemkab tidak mengambil keputusan secara gegabah di bidang pendidikan.

“Karena ini menyangkut jumlah siswa yang banyak, maka belum diputuskan. Meskipun sudah ada beberapa skenario yang siap disimulasikan. Kami masih menunggu keputusan dari Kemendikbud, seperti apa. Diizinkan atau tidak untuk melakukan simulasi,” katanya.

Misalnya, siswa masuk dengan dibagi jumlahnya. Sebagian masuk pagi, sebagian lainnya masuk siang atau sore. Pelajaran yang disampaikan pun terbatas, terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Kalau pelajaran reguler, kan sudah berakhir. Yang kelas akhir sudah lulus. Yang lain, tinggal menunggu kenaikan kelas. Maksud kami, daripada di rumah, waktu yang ada dimanfaatkan untuk belajar tentang kesehatan di sekolah. Mengenali dan mencegah Covid-19, belajar disiplin di saat new normal seperti apa, dan sebagainya,” jelasnya.

Buku pintar tentang Covid-19, menurut pria yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, juga sudah disiapkan. Termasuk persiapan penerapan protokol kesehatan, seperti ketersediaan tempat cuci tangan dan sabun, mengatur anak berinteraksi, dan sebagainya.

“Tapi semuanya masih menunggu keputusan Menteri. Karena ya itu, menyangkut jumlah siswa yang banyak. JIka diizinkan untuk melaksanakan, maka simulasi ini akan menjadi bekal saat masuk tahun ajaran baru. Biar siswa tidak kaget,” tuturnya.

Namun jika tidak diizinkan, maka siswa tetap akan meneruskan belajar di rumah, sembari menunggu terima raport untuk kenaikan kelas.

“Yang jelas, kami mengacu pada Kemendikbud. Kapan keputusan siswa kembali masuk sekolah, tentu nantinya serentak se-Indonesia, setelah ada keputusan dari Kementerian,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan