Rapid Test Acak 500 Warga Karanganyar, Hasil Seluruhnya Non Reaktif

rapid-test-karanganyar
RAPID TEST : Salah satu karyawan Amigo Karanganyar diambil sampel darahnya, saat mengikuti rapid test yang dilakukan oleh petugas DKK Karanganyar, Rabu (27/5). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Hasil tes cepat atau rapid test terhadap 500 warga Karanganyar dengan metode pelacakan agresif, yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar beberapa waktu lalu, menunjukkan hasil non reaktif.

Artinya, tidak ditemukan satupun dari 500 warga yang mengikuti rapid test, hasilnya reaktif terhadap virus Covid-19.

Rapid test terhadap 500 orang tersebut dilaksanakan bertahap, sejak 22 Mei lalu. Lokasi tes di sejumlah lokasi, antara lain Pasar Gondangrejo, Pasar Jambangan, Pasar Jungke, Pasar Tegalgede, Pasar Jumapolo dan Pasar Jumantono.

Juga di beberapa toko modern, seperti Indogrosir Palur, Mitra Swalayan, Toko Amigo dan sebagainya. Sasaran tes diambil secara acak, mulai dari pedagang, pengunjung, hingga karyawan toko.

Plt Kepala DKK Karanganyar Purwanti mengungkapkan, dari laporan yang diterimanya, hasil seluruh rapid test terhadap 500 orang tersebut adalah non reaktif.

“Tidak ada yang reaktif,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Artinya, meskipun hasil rapid test menunjukkan non reaktif, masyarakat jangan kemudian abai.

Menurut Purwanti, rapid test tersebut  merupakan langkah antisipatif terhadap penyebaran virus Covid-19.

“Pelacakan agresif sasarannya masyarakat umum. Bukan yang kontak dengan pasien positif Covid-19, atau karena riwayat perjalanan,” tuturnya.

Pasar tradisional dan toko modern menjadi sasaran lokasi rapid test, karena di tempat-tempat tersebut berpotensi terjadi kerumunan.

“Karena itu, perlu pelacakan agresif untuk mencegah penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Dia berharap, masyarakat tetap menaati dan konsiten menjalankan protokol kesehatan. 

Mulai dari memakai masker saat beraktivitas di luar, saling menjaga jarak, hingga rajin mencuci tangan dengan sabun. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan