Pandemi Covid-19, Bakda Sapi di Musuk Boyolali Ditiadakan

0
bakdo-sapi-musuk
DIARAK: Beberapa peternak tetap mengarak ternak sapi pada perayaan bakda sapi di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Minggu (31/5). (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Gara- gara pandemi Covid-19, tradisi arak-arakan sapi dalam perayaan Syawalan di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Minggu (31/5) ditiadakan.

Namun beberapa warga tetap ada yang membawa sapinya keliling kampung.

Tradisi tersebut rutin dilakukan warga di lingkup RW 04, Dukuh Mlambong, Rejosari dan Gedongsari, Desa Sruni. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sekali, digelar di akhir perayaan Lebaran atau di H + 7 Lebaran.

Yaitu bertepatan dengan kupatan atau syawalan. Oleh masyarakat setempat juga biasa disebut bakdo kupat dan bakdo sapi. Bahkan warga juga memberi makan sapi dan ternak seperti kambing miliknya dengan ketupat hasil olahan sendiri.

Meskipun demikian, ada beberapa peternak yang tetap menggelar ritual. Yaitu dengan menggiring ternak keliling kampung. Pemuka masyarakat juga tidak melarang jika ada masyarakat yang ingin mengeluarkan hewan ternaknya secara pribadi.

“Ya tetap ada sebagian warga yang tetap membawa ternak sapinya keliling kampung dalam Syawalan kali ini,” ujar Jupri (41) warga setempat.

Hanya saja, ritual tidak meriah karena tidak semua warga membawa ternaknya. Padahal, biasanya ritual tersebut sangat meriah. Bahkan, juga mampu menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Sebelum ternak dikirabkan, diawali dengan kenduri di jalan tengah kampung.”

Warga lainnya, Suwarnu, menambahkan tradisi bakdo sapi tahun ini memang tidak seperti tahun lalu, karena sedang ada wabah virus Corona. Diakui, warga tetap menggelar kupatan di lingkungan masing-masing secara sederhana.

“Perayaan digelar sederhana, jadi tidak ada perayaan seperti tahun lalu.”

Tahun lalu, perayaan tradisi syawalan atau bakdo sapi di wilayah ini berlangsung meriah. Ratusan ekor sapi milik warga diarak keliling kampung secara bersama-sama. Warga juga membawa gunungan ketupat. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan