TNI Polri Siap Kendalikan Massa *Jika Terjadi Konflik

0
KONFLIK SOSIAL- Menghadapi rawan konflik sosial, jajaran Polresta Surakarta, Polres se-Solo Raya, jajaran TNI di wilayah Korem 074/Warastratama Surakarta melaksanakan Tachtical Floor Game (TFG) di Gedung Warastratama, Selasa (2/6). (suaramerdekasolo.com/dokumentasi)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Ada kerawanan sosial di saat masyarakat menghadapi pandemi covid-19 sekarang ini. Titik rawan konflik sosial kemungkinan berada di wilayah zona merah atau daerah yang ketegori rentan atas penyebaran virus corona tersebut.

Untuk mengantisipasi hal itu, terutama menghadapi kehidupan baru atau new normal, jajaran Polresta, Polres se-Solo Raya, jajaran TNI di wilayah Korem 074/Warastratama Surakarta hingga dan Pemkot serta Pemkab se-eks Karesidenan Surakarta mengadakan Tachtical Floor Game (TFG) di Gedung Warastratama, Selasa (2/6). Segala kemungkinan terburuk jika terjadi konflik sosial, TFG yang disimulasikan bakal diterapkan di lapangan.

Tujuan pelaksanaan TFG tersebut menurut Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi untuk mengantisipasi terjadinya kontijensi (konflik sosial dampak wabah covid-19) di zona merah. ”TFG sangat diperlukan dimana kita menggunakan asumsi-asumsi manakala ekskalasi mengalami peningkatan,” tegasnya didamping Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI, Mochamad Effendi usai pelaksaaan TFG.

Kapolda menambahkan, merah satu dimana pandemi corona menyebar kemana-mana, merah dua kondisi semakin memburuk sehingga terjadi penjarahan karena perekonomian masyarakt goyah. Kemudian merah tiga dimana masyarakat sudah ekspansi wilayah.

Simulasi TFG dilakukan, lanjut Kapolda, untuk kesiapan personel ditingkat satuan wilayah, baik itu sarana dan prasana maupun distribusi kegiatan personel baik TNI dan Polri serta Pemda. ”Semua Polres melakukan TFG, kemudian dalam pelaksanaannya sudah saya tekankan untuk saling berkoodinasi antar Satwil,” tandas perwira tinggi bintang dua tersebut.

Adapun sejumlah titik rawan terjadinya konflik sosial disebut Kapolda merata di 35 kabupaten/Kota. ”Semua sama,” terangnya singkat.

Menghadapi pandemi covid-19 ini, lanjut Kapolda, ada 970 personel yang dilibatkan dalam operasi Aman Nusa. Sedangkan untuk operasi ketupat candi ada sekitar 10.083 personel yang dilibatkan.

Ditambahkan Kapolda, untuk penyekatan di perbatasan, diperpanjang hingga Sabtu (6/6). ”Ketika dilaksanakan operasi arus mudik, ada 5.400 kendaraan harus putar balik ke luar wilayah Polda Jateng, sedangkan untuk arus balik ada sekitar 4.700 putar balik di 13 pintu masuk di wilayah hukum Jateng,” jelas perwira tingi itu.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam IV Diponegoro, Mayjend TNI Mochamad Effendi menambahkan, jajaran TNI di wilayah Kodam VI, termasuk Pangkalan Udara, Group 2 Kopassus, Brigif 6, dan Pangkalan Angkatan Laut siap diterjunkan apabila situasi membutuhkan.

”Berkaitan akan diterapkan New Normal, anggota TNI siap untuk diturunkan ke sejumlah tempat berkerumunnya massa. Yang tujuannya untuk membantu mendisiplinkan masyarkat agar taat dan patuh atas kebijakan yang diterapkan pemerintah,” papar Pangdam.

Perihal disiplin, lanjut Mochamd Effendi, perlu ada kesadaran dari masyarakat, sehingga tanpa harus diingatkan sudah paham tentang protokol kesehatan. ”Meski pandemi ini belum berakhir, tentu saja kita tidak bisa berdiam diri, konsekuensinya ya harus mengikuti protokol kesehatan, itu sangat penting. Supaya saat kita bekerja, namun pandemi tidak menyebar,” kata Perwiri Tinggi TNI tersebut. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan