5 Warga Kecamatan Wonosari Mundur Sebagai Penerima Bansos

0
warga-klaten-tolak-bansos
PENOLAKAN :Warga Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari menyerahkan surat pernyataan menolak menerima Bansos. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Lima orang warga dari 4 desa di Kecamatan Wonosari, Klaten mengundurkan diri sebagai penerima berbagai bantuan sosial (Bansos).

Mereka merasa tidak pantas menerima dan menyerahkan kepada pemerintah untuk diganti.

” Ada 2 warga saya yang menolak menerima Bansos program bantuan sosial tunai (BST) Rp 600.000. Mereka merasa tidak pantas dan merasa masih ada orang lain yang lebih membutuhkan,” ungkap Kades Sekaran, Kecamatan Wonosari, Hery Tri Marjono, Rabu (3/6).

Hery menjelaskan dua warganya tersebut keseharian hanya sebagai ibu rumah tangga. Yang satu kondisi ekonominya mampu sejak lama dan satunya karena anaknya sudah bekerja di pelayaran.

” Yang anaknya di pelayaran itu sudah ada peningkatan ekonomi. Keduanya merasa masih ada orang lain yang lebih layak dan sudah ikhlas atas kesadaran sendiri membuat surat pernyataan,” sambung Hery.

Surat pernyataan, lanjut Hery sudah diterima pemerintah desa. Nama keduanya akan diusulkan ke Kemensos untuk diganti warga lain yang layak.

” Selanjutnya kita laporkan penolakan itu. Sebab mereka menerima BST tahap I dari Kemensos maka kita laporkan ke Kemensos,” imbuh Hery.

Camat Wonosari, M Nur Rosyid mengatakan di wilayahnya ada lima warga yang menolak menjadi penerima Bansos. Baik program BST maupun BPNT.

” Warga yang menolak berasal dari Desa Boto 1 orang dari peserta BST, Desa Bener satu orang dari perluasan BPNT, di Desa Kingkang satu orang dari BST. Dan yang terakhir dari Desa Sekaran dua orang jenis bantuan BST,” terang Rosyid.

Menurut Rosyid warga tersebut secara sukarela menolak dan mengundurkan diri sebagai penerima. Dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.

” Warga membuat pernyataan dan diserahkan ke desa lalu kecamatan. Kami mengapresiasi sikap warga tersebut yang secara ikhlas mundur,” pungkas Rosyid. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan