Batal Berhaji, Pasangan Legiyo-Nyami Hanya Bisa Pasrah

haji-boyolali-legiyo-nyami
PASRAH: Pasangan Legiyo dan Nyami pasrah dengan dibatalkannya pemberangkatan haji tahun ini. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

KEPUTUSAN pemerintah yang membatalkan keberangkatan haji tahun 2020 disambut pasrah jamaah calon haji. Mereka berharap kondisi segera membaik sehingga bisa berangkat tahun depan.

Seperti diungkapkan pasangan Legiyo (70) dan Nyami (68) asal Dukuh Silem, Desa Kadireso, Kecamatan Teras. Rencana berangkat haji bersama tahun ini ternyata batal karena adanya pandemi Covid-19.

“Ya bagaimana lagi, kami ikut keputusan pemerintah. Karena ditunda ya harus ikut. Mudah- mudahan bisa berangkat lancar tahun depan,” kata Nyami disambut anggukan kepala sang suami, Rabu (3/6).

Dirinya mengaku, selama ini sudah mempersiapkan diri bersama suaminya. Yaitu dengan olahraga jalan kaki rutin.

Selain itu, keluarganya juga sudah berencana untuk menggelar pamitan haji dalam waktu dekat.

“Karena batal berangkat, ya tidak jadi ada acara pamitan.”

Nyami mengaku sebenarnya sudah mendaftar haji tahun 2011. Dan sesuai urutan, dia bisa berangkat tahun 2017.

Namun, belakangan suaminya, Legiyo menyusul mendaftar tahun 2017. Hanya saja, Legiyo berkeinginan bisa berangkat bersama.

“Sehingga keberangkatan mundur tahun 2020 ini.”

Untuk biaya haji, dirinya rutin menyisihkan uang hasil penjualan lele goreng di Pasar Nepen. Besarnya antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000/hari. Jika sudah terkumpul Rp 2 juta, lalu dibelikan perhiasan emas sebagai tabungan.

“Begitu terus, sehingga bisa terkumpul untuk mendaftar haji.”

783 Calhaj Gagal Berangkat

Rasa pasrah juga diungkapkan Darmastuti, salah satu jemaah yang gagal berangkat. Warga Kelurahan Banaran Rt 5 Rw 2, Kecamatan Boyolali Kota. Dia mengaku tak keberatan dengan penundaan keberangkatan haji ini.

“Ya belum melakukan persiapan karena sejak awal kami masih menunggu pengumuman pemerintah.”

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali, Asikin, didampingi Bidang Haji, Saiful Anwar mengungkapkan, sebanyak 783 calon jamaah haji (Calhaj) dari Kabupaten Boyolali gagal berangkat haji tahun ini.

Saiful Anwar menyebut 783 Calhaj yang gagal berangkat tahun ini terbagi dalam tiga kelompok terbang (Kloter). Recananya 204 Calhaj terbang ke tanah suci bersama jamaah dari Solo di kloter 49.

“Kemudian kloter 50, Boyolali penuh, 352 jamaah. Kemudian 222 calhaj sisanya bakal terbang di kloter 51 bersama jamaah Calhaj dari Kabupaten Demak.”

Calhaj yang gagal berangkat tahun ini, bakal diberangkatkan tahun 2021 mendatang. Dengan begitu calhaj yang sedianya berangkat tahun 2021 juga mundur lagi setahun.

Diakui, 783 Calhaj yang sedianya berangkat haji tahun ini sudah melunasi pembayaran biaya haji.

“Bahkan, seluruh paspor Calhaj juga telah dikumpulkan untuk penerbitan Visa.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan