Berslogan ”Rakyat Sehat Pandemi Lewat” Sekolah Pandemi Indonesia Klaten Diluncurkan Secara Virtual Oleh Gubernur Ganjar

0
sekolah-pandemi-indonesia-klaten

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan Sekolah Pandemi Indonesia (SPI) Klaten secara virtual, Jumat (4/6) pukul 15.00 WIB.

SPI pertama dengan slogan ”rakyat Sehat Pandemi Lewat” ini diharapkan memacu kesadaran masyarakat dalam menyambut era new normal.

Secara fisik, soft launching dihadiri inisiator SPI, Prof Suratman dari Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana UGM Yogyakarta, para relawan, perwakilan pejabat di Balaidesa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten.

“Saya sangat mendukung berdirinya sekolah Pandemi Indonesia Klaten, semoga bisa menginspirasi daerah lain di Jawa Tengah dan Indonesia. Dengan begini, masyarakat belajar mandiri dan tidak selalu bergantung pada pemerintah,” tegas Ganjar.

Banyak edukasi ke masyarakat yang perlu dilakukan mulai dari cara hidup sehat sampai perlakuan kepada tenaga medis dan korban Covid-19 dan keluarganya. Yang terpenting adalah gerakan pentahelix bersama menyelesaikan masalah.

Adapun peluncuran secara virtual diikuti Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Minarso, Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo, Kepala Sekolah sungai Klaten Jaka Sawaldi, para pegiat Sekolah Sungai dan Srikandi Sungai Klaten, Muspika Gantiwarno, perwakilan Unwidha Klaten, relawan peduli Covid-19 di Klaten dan lainnya.

Usia peluncuran dilakukan penyerahan Buku Edukadi Sekolah Pandemi Indonesia dari Prof Suratman kepada Kades Sawit Maryadi BA. Gerakan itu diharapkan diikuti oleh masyarakat di desa-desa lain, agar warganya hiduo sehat di era new normal.

“Kami jejaring kemitraan gotong royong jogo tonggo yang bergabung dalam Sekolah Pandemi Indonesia Klaten bertekad, Pertama ingin mewujudkan tatanan Normal Baru masyarakat Indonesia sehat, cerdas, tangguh, mandiri menghadapi pandemi Covid-19,” kata Prof Suratman saat membacakan deklarasi.

Kedua, bergotong royong jogo tonggo melaksanakan protokol kesehatan di berbagai sektor kehidupan dengan mengutamakan keselamatan jiwa manusia. Ketiga, melaksanakan 5 pilar kegiatan SPI meliputi edukasi masyarakat, kesehatan, menumbuhkan ekonomi, sosial budaya dan gotong royong tolong menolong.

sekolah-pandemi-indonesia-klaten2

Desa Sawit diharapkan bisa menjadi percontohan dalam penerapan protokol kesehatan pada tatanan era normal baru, baik di bidang pelayanan masyarakat, perekonomian pasar, tempat ibadah, sekolah dan kehidupan sehari-hari yang sehat.

Saat ini, desa Sawit masuk zona hijau, jadi penerapan tatanan normal baru akan menjadi benteng masyarakat dari pandemi dan ekonomi tetap tumbuh dengan baik.

Gotong royong jogo tonggo menjadi kekuatan dan kepedulian pada sesama, demi ketahanan masyarakat.(Merawari Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan