Peternak Sapi Wonogiri Nyaris Tak Terdampak Pandemi Covid-19

0
peternak-wonogiri
Kepala BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu Wonogiri, Budiono berbincang-bincang dengan para peternak usai sarasehan peternak di Dusun Latung Desa Jatimarto Kecamatan Ngadirojo Wonogiri. (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com -Peternak sapi di Wonogiri nyaris tidak terdampak pandemi corona virus disease (covid-19), terutama yang menjadi debitur dan mitra binaan BRI Syariah setempat. Kalau pun ada yang terdampak, mereka tidak sampai gulung tikar atau bangkrut.

Pasalnya, BRI Syariah tidak hanya menyalurkan pembiayaan/kredit yang dibutuhkan para debitur atau peternak sebagai modal membeli sapi, berikut pakannya. Tetapi juga ikut menjualkan sapi-sapi itu dalam situasi pandemi seperti ini.

Lebih dari itu, pihak perbankan juga terus melakukan pendampingan, pembinaan, dan pelatihan serta membuatkan group whatsapp (WA) sebagai sarana komunikasi antar peternak, peternak dengan perbankan, dan dengan pemerintah daerah atau dinas.

Sementara dalam kredit, peternak diberi kelonggaran oleh BRI Syariah. Pembayaran angsuran tidak sebulan sekali seperti kredit perbankan pada umumnya, tapi bisa dilakukan tiap kali peternak panen atau menjual sapi hasil penggemukan, yakni bisa enam bulan, bisa setahun sekali, atau sesuai kesepakatan peternak dengan BRI Syariah.

Hal itu terungkap dalam sarasehan peternak mitra BRISyariah klaster Ngadirojo dan Girimarto, Selasa (9/6), di Dusun Latung Desa Jatimarto Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri.

Sarasahan itu sekaligus untuk mengevaluasi pencairan kredit bagi peternak, 3 dan 6 bulan sebelumnya.

“Memang, dalam situasi pandemi covid-19 seperti sekarang ini, konsumsi daging berkurang karena hampir tidak ada orang punya kerja, hotel dan restoran banyak yang tutup, tapi kami masih bisa menjual sapi-sapi ini ke perusahaan makanan atau peternak besar pengepul sapi sehingga peternak tidak merugi. Lagi pula tiap bulan peternak tidak dikejar kejar angsuran, karena pembayaran angsuran dilakukan tiap enam bulan atau setahun sekali saat peternak panen,” kata salah seorang peternak, Sulardi.

Sarasehan yang dihadiri perwakilan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Wonogiri itu lebih banyak membahas tehnik, komposisi, dan formulasi pakan ternak serta keluhan para peternak akan tingginya harga pakan yang dibeli eceran.

Karena itu mereka mengusukan, pembelian pakan bisa dilakukan bersama-sama. Sebab, jika pembelian pakan dalam jumlah banyak, maka harga bisa ditekan.

“Kami juga minta bantuan pihak-pihak terkait, perbankan dan pemerintah daerah untuk mencarikan grosir atau pusat penjualan pakan ternak. Kalau pembelian pakan dilakukan di pusat, bukan pengecer, harga akan lebih murah. Kalau lebih murah, keuntungan para peternak bisa lebih banyak,” katanya.

Kepala BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu Wonogiri, Budiono, mengungkapkan, potensi peternakan penggemukan sapi di Wonogiri sangat besar.

Ia mengatakan, bagi warga perantauan yang tidak bisa kembali ke tempat kerja atau warga Wonogiri yang tidak bisa keluar daerah karena pandemi covid-19 bisa memanfaatkan ternak penggemukan sapi sebagai alternatif pekerjaan.

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan