Tak Ingin Jadi Cluster Covid-19, Bawaslu Surakarta Tekankan APD Saat Pengawasan Pilkada

pilwakot-solo
Kantor Bawaslu Kota Surakarta bersiap hadapi Pilwakot 2020 Kota Solo. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo saat ini tengah menyusun optimalisasi terhadap penggunaan Anggaran untuk pelaksanaan pengawasan Pilkada di tahun 2020.

Menguatnya wacana pilkada di akhir tahun 2020 menjadikan bawaslu saat ini bersiap untuk melaksanakan pengawasan yang direncanakan pertengahan bulan ini(Juni 2020). Kesiapan personil maupun dukungan anggaran saat ini menjadi hal pokok dalam persiapan kali ini.

Ketua Bawaslu Surakarta, Budi Wahyono menyebutkan pengaktifan kembali pengawas di tingkat kecamatan hingga tingkat kelurahan termasuk salah satu langkah awal dalam tahapan. Namun demikian pihaknya saat ini masih menunggu adanya regulasi maupun kepastian pelaksanaan Pilkada di tahun ini.

“Saat ini masih berupa draft dan perencanaan sehingga kami masih menunggu kepastian payung hukum dalam pengaktifan kembali jajaran pengawas. Selain itu nantinya kita juga menunggu juklak- juknis dari Bawaslu RI maupun Bawaslu Provinsi Jawa Tengah,”ujar Budi Wahyono.

Pihaknya memastikan dalam penyusunan rencana kegiatan pengawasan/tupoksi pengawasan tahapan pilkada dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan gugus tugas Covid-19.

Banyak bentuk kegiatan sosialisasi dan rakor yang melibatkan banyak orang digeser untuk kebutuhan APD pada setiap tahapan pengawasan.

Saat ini menurut Budi Wahyono metode daring video konferensi menjadi alternatif dalam menggeser metode konvensional atau pertemuan langsung.

Sesuai ketentuan maka Bawaslu Solo, panwascam, panwas kelurahan sampai pengawas TPS nantinya harus dipastikan negatif covid19. Hal ini nantinya menjadi keharusan bagi bawaslu untuk menyelenggarakan rapid tes bagi jajaran pengawas dari seluruh tingkatan.

“Angka 7 miliar masih cukup bagi Bawaslu untuk kebutuhan APD dan suplemen kesehatan bagi pengawas dari berbagai tingkatan. Tetapi untuk menanggung bea rapid test maka kita masih ada kekurangan anggaran,”terang Budi Wahyono.
Selain itu penyelenggara pemilu dalam hal ini jajaran Bawaslu sampai pengawas TPS wajib menggunakan alat pelindung diri berupa masker, hand sanitizer, face shield, sarung tangan dan hazmet dalam kegiatan pengawasan di lapangan.

“Prinsip Bawaslu Solo siap mengawal proses Pilakda Kota Solo berjalan maksimal dan sesuai ketentuan yg ada. Dan keselematan dan jaminan kesehatan penyelenggaran tetap menjadi prioritas sesuai protokol kesehatan hingga jangan sampai penyelenggara pemilu menjadi cluster baru penyebar covid19,” pungkas Budi Wahyono. (Budi Santoso)

Grafis
-Bawaslu Kota 20 personil
-panwascam 10 personil
-panwas kelurahan 1 personil
-pengawas TPS 1258 personil (sesuai jumlah TPS)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan