Ini Langkah Gubernur Jateng Atasi Kepulangan Pekerja Migran

0
gubernur-jateng-ganjar
FOTO/DOK

SOLO,suaramerdeksolo.com – Para sosiolog di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta diminta terlibat dalam membantu penyelesaian masalah kepulangan pekerja migran Indonesia asal Jateng yang saat ini kondisinya terkatung-katung di berbagai negara akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Hal tersebut dikemukakan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, kala menjadi salah satu pembicara dalam webinar Nglaras Sosiologi #4 dengan tajuk ”Mencari Terobosan Strategi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Tengah Pandemi”

Gubernur mengajukan permintaannya secara khusus pada para sosiolog untuk dapat berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan kepulangan pekerja migran asal Jateng.

“Saya berharap setidaknya UNS merasa terpanggil untuk memberikan rekomendasi membantu saya di Jawa Tengah. Kawan-kawan Sosiolog dari UNS saya minta minggu depan ketemu saya langsung,” minta Ganjar.

Dalam webinar yang digelar oleh Laboratorium Sosiologi Program Studi (Prodi) Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS itu, Ganjar menjelaskan bila terdapat sejumlah alasan di balik kepulangan pekerja migran asal Jateng.

Diantaranya adalah pekerja migran yang sudah meninggal, sakit, atau kontraknya habis. Berkaca pada hal tersebut, Ganjar selaku orang nomor satu di Jateng, mengatakan bila pihaknya melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, utamanya adalah dengan Kementerian Luar Negeri, Konsulat Jenderal RI, dan Kedutaan Besar RI untuk mempermudah penyelesaian masalah.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan apabila pekerja migran asal Jateng terbanyak tersebar di 3 negara, yaitu Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

“Kalau Jateng tertinggi di Taiwan sebanyak 20.363, Hongkong sebanyak 19.985, dan Malaysia sebanyak 12.176. Persentase jumlah total pulang sudah ada 1.492 alias 19,48%. Sebanyak 296 pemberi kerja berbadan hukum. Pemberi kerja perseorangan 371 dengan sekitar 24,87% dan awak kapal 817 dengan persentasenya 54,76%,” terang Ganjar.

Di hadapan peserta yang mengikuti jalannya webinar melalui Zoom Cloud Meeting jika Pemprov Jateng telah mengambil tindakan-tindakan darurat, baik terhadap pekerja migran berdokumen maupun yang tidak berdokumen, dengan cara pemberian tiket, fasilitas bus dari Bandara Juanda ke Jateng, dan repatriasi pekerja migran Indonesia dari Timor Leste yg mendarat di Bandara Juanda.

Selain itu, setibanya di Jateng, para pekerja migran juga diperiksa kesehatannya sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ganjar memberikan semangat kepada peserta dalam menghadapi pandemi Covid-19. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan